Rabu, 09 Januari 2019

Bantuan Sosial atau Keadilan Sosial?



Dalam setiap Pemilihan Legislatif, kerap kali kandidat peserta Pemilu membagikan bantuan sosial dalam bentuk sembako kepada para konstituen/pemilih dengan harapan akan dipilih ketika nanti tiba hari pemilihan.

Pertanyaannya, apakah itu yang benar-benar dibutuhkan masyarakat?

Sangat menarik pernyataan dari seorang Ahok dalam sebuah videonya yang mengatakan bahwasanya yang paling dibutuhkan masyarakat itu bukan bantuan sosial. Masyarakat sesungguhnya tidak perlu diberikan beras, minyak goreng, telur, ataupun sembako lainnya.

Lanjutnya, yang paling dibutuhkan masyarakat adalah keadilan sosial.

Masyarakat membutuhkan keadilan dalam hal berobat kerumah sakit. Masyarakat membutuhkan keadilan sosial dalam hal akses kepada pendidikan. Masyarakat membutuhkan keadilan sosial dalam menikmati fasilitas umum. Masyarakat membutuhkan keadilan dalam hal mengurus surat-surat administrasi.

Kata kuncinya, Keadilan Sosial.

Karenanya, menurut beliau, yang paling tepat untuk diberikan kepada masyarakat adalah mewujudkan keadilan sosial.

Bantuan sosial mungkin baik dan cukup membantu, tapi pada akhirnya yang benar-benar dibutuhkan adalah keadilan sosial.

Itulah kenapa dalam sila ke 5 tidak dikatakan "Bantuan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia", melainkan "Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia".

Karenanya, sudah sepatutnya bagi para kandidat pileg untuk betul-betul berkomitmen memperjuangkan keadilan sosial. Dan juga bagi kita para pemilih/konstituen sudah seharusnya memilih kandidat yang berkomitmen penuh memperjuangkan keadilan sosial.

Jumat, 19 Oktober 2018

Program Rencana Kerja

PROGRAM RENCANA KERJA
CALON ANGGOTA DPRD PEKANBARU 2019-2024 
ANDRY ANDREAS PANGGABEAN



Halo, Bapak/Ibu, Kakak/Abang/Adik dan teman-teman semuanya.

Perkenalkan, saya Andry Andreas Panggabean, Calon DPRD Pekanbaru dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan Nomor Urut 4, Dapil I (Kec. Limapuluh, Pekanbaru Kota, Sukajadi).

Sebagai seorang Calon Anggota Legislatif (Caleg), sudah seharusnya saya mempunyai Program Rencana Kerja maupun ide-ide serta gagasan yang bermanfaat, edukatif, serta realistis untuk diwujudkan, sehingga dapat dipertanggungawabkan ketika nanti duduk di kursi Dewan sebagai Wakil Rakyat. Tentunya dengan tidak melupakan fungsi utama Dewan, yaitu Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan.

Pada intinya, sebenarnya yang ingin saya lakukan adalah menggunakan sebesar-besarnya dana Pemerintah untuk kepentingan masyarakat banyak dalam berbagai permasalahan dan isu yang banyak terjadi, khususnya saat ini. Dan juga menggunakan jabatan saya untuk memperjuangkan keadilan, khususnya bagi masyarakat menengah kebawah ataupun kalangan minoritas yang kerap kali mendapat penindasan.

Dan konsentrasi utama saya adalah mengenai fasilitas umum.

Saya menilai Pemerintah masih begitu lambat dalam menangani fasilitas umum yang rusak, seperti jalan berlobang, lampu jalan mati, jembatan penyebrangan kropos, dll. Padahal fasilitas umum ini kerap kali digunakan oleh masyarakat sehari-hari. Dengan rusaknya fasilitas umum tentunya berdampak negatif bagi masyarakat, bahkan cenderung membahayakan nyawa masyarakat. Karenanya apabila saya diberi kesempatan oleh masyarakat, fokus kerja pertama saya adalah membenahi segala fasilitas umum yang ada agar layak dan aman digunakan oleh masyarakat.

Setelah fasilitas umum, ada juga beberapa hal lain yang saya ingin lakukan apabila kelak mendapat kesempatan oleh masyarakat.

Na, berikut ini 4 poin beserta penjabaran singkat mengenai ide maupun gagasan yang akan saya lakukan ketika nantinya mendapatkan mandat menjadi wakil rakyat di DPRD.


1. Komitmen penuh untuk anti korupsi

a. Laporan gaji secara rutin, transparan, dan terbuka secara online lewat website pribadi

b. Pembuktian Terbalik untuk pembuktian bahwa harta kekayaan sesuai dengan pendapatan


2. Mempererat persatuan serta memperjuangkan isu-isu intoleransi (apabila ada ditemukan)

a. Membela hak anak-anak sekolah yang tidak mendapat fasilitas untuk belajar agama

b. Menindaklanjuti pelayanan publik yang buruk terhadap kaum (yang dianggap) minoritas

c. Penghambatan pembangunan suatu Rumah Ibadah

d. Advokasi Hukum/Pendampingan kepada masyarakat khususnya kalangan kurang mampu yang terjerat kasus-kasus diskriminasi SARA di Media Sosial dalam menghadapi hukum dan tekanan kelompok intoleran serta pemberitaan media yang kerap kali tidak berimbang

e. Memperkuat rasa kebersamaan antar umat beragama dengan Kegiatan Sosial Lintas Agama. Misal: Bazaar Beras Murah untuk warga Muslim di Hari Raya Idul Fitri diadakan dilingkungan Gereja, dan sebaliknya, Bazar Beras Murah untuk warga Kristiani ketika Hari Raya Natal diadakan di lingkungan Masjid


3. Perduli akan segala hal serta isu mengenai generasi muda
a. Memberikan perhatian terkait berbagai isu anak muda masa kini, lewat kegiatan diskusi/seminar pembahasan isu anak muda, sedikitnya 3 kali dalam setahun (cyber-bullying, rasisme, rivalitas antar sekolah, nasionalisme, seks bebas, fenomena berkirim foto vulgar, berkendara ugal-ugalan, dll)

b. Mewadahi minat dan bakat anak-anak muda masa kini lewat event tahunan baik skala besar maupun skala kecil (Festival Band, Ajang Nyanyi Solo, Lomba Cover lagu, Lomba Acapella, Turnamen Mobile Legend,dll)

c. Pembekalan generasi muda akan sill non-akademis dan soft-skill masa kini (photo editing, video editing)

d. Mengupayakan beasiswa untuk siswa-siswi berprestasi dari keluarga yang kurang mampu


4. Memperjuangkan beberapa keluhan dan aspirasi yang saya dengarkan langsung dari hasil blusukan menjumpai masyarakat

a. Keluhan masyarakat terkait fasilitas umum seperti jalan yang berlobang, lampu jalan mati, atau halte busway dan jembatan penyebrangan yang rusak, namun penanganannya lambat. Padahal sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari

b. Keluhan pedagang di Ruang Terbuka Hijau terkait anak-anak muda yang suka berbuat mesum disana, yang kerap kali membuat orang jadi enggan datang berkunjung sehingga berdampak pada pendapatan mereka

c. Pengaduan petugas parkir terkait pengelolaan parkir saat ini yang kerap kali tidak berpihak kepada mereka, yang kerap bertindak semena-mena. Ditambah pengelolaan parkir yang menurut mereka terlalu komersil tanpa memikirkan ketertiban umum dan kesejahteraan petugas parkir itu sendiri

d. Memperjuangkan aspirasi para petugas kebersihan mengenai gaji yang kerap kali terlambat dan Uang Terimakasih sebesar 450 ribu yang dulu pernah ada di kepemimpinan sebelumnya

e. Mengupayakan fasilitas penerangan dan pengamanan di beberapa titik yang kerap kali rawan kasus pencopetan terhadap para pegawai, khususnya karyawati yang pulang bekerja pada malam hari

f. Kunjungan reses setiap tahun sebagai upaya menjaring aspirasi dan keluhan masyarakat serta membangun hubungan silaturahmi antara saya dan masyarakat


Itulah sedikitnya 4 poin berikut penjabarannya yang menjadi Rencana Program Kerja saya apabila nantinya mendapatkan mandat dari masyarakat.

Saya berharap jika teman-teman merasa apa yang saya sampaikan ini baik dan realistis, sekiranya agar membantu dan mendukung saya. Bisa dengan mendukung saya di hari Pemilihan, bisa juga dengan cara mempromosikan saya di komunitas sosial maupun grup-grup WA.

Barangkali apabila ada pertanyaan atau apapun yang ingin disampaikan, saya siap untuk menjelaskan. Bahkan saya siap untuk diajak bertemu dan secara langsung bertatap muka. Saya akan sangat senang sekali.

Terakhir, saya ucapkan terimakasih kepada Bapak/Ibu, Kakak/Abang/Adik dan teman-teman semuanya yang telah meluangkan waktunya membaca tulisan saya ini.

Semoga baik saya atau siapapun yang nanti terpilih, bisa mewujudkan Pekanbaru yang jauh lebih baik dari hari ini. Amin.

Hormat saya, Andre Panggabean.

Facebook : http://www.facebook.com/AndryAndreas.Panggabean
Instagram : @andrepunkgabean
WA : 0823 26 123 123

Rabu, 05 September 2018

Beberapa hal menarik dari tayangan Mata Najwa "Gara-gara Tagar"

Jadi ceritanya saya tadi baru saja menyaksikan tayangan Mata Najwa yang topiknya "Gara-gara Tagar", dimana dalam acara itu diundang para politisi dan seorang ahli.


Dari pihak pro Jokowi ada Adian Napitupulu dan Mochtar Ngabalin, sedangkan dari pihak Pro #2019GANTIPRESIDEN ada Mardani Ali Sera dan Andre Rosiade. Selebihnya, Najwa mengundang dua orang lagi, satu dari Kepolisian dan satu lagi seorang Ahli (saya lupa namanya).

Ada beberapa hal menarik yang saya lihat dalam acara yang berlangsung sekitar 1 jam lebih tersebut. Berikut beberapa diantaranya.


1. Adian Napitupulu terlalu sering meng-intervensi lawan ketika berbicara


Jangan salah sangka, saya bukan pro #2019GANTIPRESIDEN, karena saya sendiri jelas mendukung Jokowi 2 priode. Tapi menurut saya dalam acara tersebut, pihak Jokowi khususnya Adian Napitupulu terlalu banyak mengintervensi lawan dalam berbicara, bahkan jauh lebih banyak daripada lawannya.

Bagaimanapun ini sangat disayangkan, seharusnya beliau benar-benar menghargai kesempatan berbicara yang diberikan kepada lawan bicaranya dan tak menyela begitu saja, apalagi dalam jumlah yang menurut saya sangat dominan sekali.


2. Ngabalin kerap kali menyelipkan humor disela-sela argumentasinya



Saya tidak bisa menahan tawa spontan ketika Ngabalin berkata "kok situ yang kebakaran jenggot, padahal jenggot situ ga lebih panjang dari punya saya". Juga sangat lucu sekali nada bicaranya ketika dia bilang "nanti kalian bilang polisi pro pemerintah", dan beberapa tingkahnya mengajak tos (high five) Adian dan Polisi yang juga diundang disana.

Nampaknya, Ngabalin ingin perbincangan ini tetap bisa mencair dibalik ketegangan antar kedua kubu dalam berargumentasi.


3. Inkonsistensi Mardani terkait persetujuan untuk mengganti sistem oleh pihak HTI



Saya sejujurnya malas melihat orang ini ketika berbicara, karena terkesan seperti sesak dan agak melambay. Tapi ada satu hal yang sangat menyita perhatian saya, yaitu kala ia berkelit terkait dukungannya atas pernyataan Eks Jubir HTI yang mengatakan "ganti sistem".

Dalam sebuah video pendek, nampak ia berdiri bersama seorang eks Jubir HTI. Disitu dia berkata "2019 GANTI PRESIDEN", lalu disambung oleh Eks Jubir HTI "GANTI SISTEM!". Dia sama sekali tidak menolak pernyataan tersebut di video itu. Tapi ketika di acara Mata Najwa dia mengatakan tidak setuju akan hal itu. Benar-benar tidak konsisten.


4. Andre Rosiade mengatakan tidak pernah melihat Neno Warisman bicara soal perang badar dan perang uhud



Ketika Ngabalin mengatakan bahwa pernyataan Neno Warisman mengenai Perang Badar dan Perang Uhud adalah bukti bahwa gerakan #2019GANTIPRESIDEN adalah gerakan yang sarat akan provokasi dan ujaran kebencian, Andre Rosiade justru mengatakan tidak pernah melihat video itu.

Sangat mengherankan bagi saya ketika seorang Andre Rosiade mengatakan tidak pernah melihat video tersebut, padahal sangat viral di media sosial. Lucunya lagi ketika dia mengatakan "kalau memang ada seperti itu laporkan saja", padahal nanti ujung-ujungnya bakal bilang polisi pro Pemerintah seperti yang diutarakan Ngabalin.


5. Kesabaran si Ahli Hukum menghadapi 'pemerkosaan pendapat' yang dilakukan Adian

Menurut saya Adian terlalu memelesetkan makna dari #2019GANTIPRESIDEN, dimana dia mengatakan Presiden adalah lembaga dan lembaga tidak bisa diganti. Padahal yang dimaksud disana adalah Presiden secara personal, yaitu Pak Jokowi sendiri yang jelas saat ini menjabat sebagai Presiden.

Mirisnya, ketika ia beradu argumen dengan si Ahli tadi, dia seolah memaksakan benar pandangan dan definisinya. Pun begitu, si Ahli Hukum tadi tetap berusaha untuk tenang dan tidak meledak-meledak. Saya jujur kagum melihat kesabarannya dalam menghadapi setiap tekanan dan intervensi ketika berbicara, terlebih juga saya kagum kepada usahanya yang berusaha untuk tetap berada dalam posisi yang netral tanpa melihat salah satu kubu.


6. Mardani Ali langsung disanggah Pak Polisi terkait harga telur 11 ribu

Lucu sekali ketika Mardani Ali mengungkapkan bahwa harapan ibu-ibu harga telur bisa diangka 11 ribu rupiah, lalu disanggah oleh Pak Polisi dengan mengatakan bahwa jika harganya demikian maka para petani akan bangkrut. Menurut saya ini sangat memalukan bagi Mardani Ali sendiri.

Disitu bisa terlihat betapa Mardani Ali hanya sekedar menjual janji-janji dan harapan kosong tanpa mengukur apakah itu realistis untuk diwujudkan atau tidak. Harusnya ia benar-benar berhati-hat untuk setiap pernyataannya, terutama didalam sebuah talkshow seperti ini.

Rabu, 29 Agustus 2018

Buat setiap pengguna ojek online, tolong hargai para driver

Jadi ceritanya saya tadi ada sedikit waktu luang, saya hidupkan akun Gojek saya. Tiba-tiba orderan langsung masuk. Saya pun langsung bergegas menuju rumah si calon penumpang.

Ditengah perjalanan saya menuju kediaman penumpang, saya menelpon kembali beliau karena kebingungan dengan nama jalan rumahnya, dan bermaksud meminta petunjuk agar mempermudah saya.

Tapi apa yang terjadi? Si penumpang tadi langsung nyerocos luar biasa dengan nada yang agak meninggi.

Tanpa pikir panjang, saya langsung katakan "bu, mohon maaf sepertinya ibu cari driver yang lain saja ya", lalu saya tutup telpon dan saya batalkan orderannya.

Jujur saya agak merasa tidak tega juga melakukan itu, tapi menurut saya itu perlu, agar lain kali beliau bisa lebih menghargai para driver ojek online.



Tidak sedikit saya menemukan banyak kasus dimana para konsumen Ojek Online kurang menghargai driver. Itu bisa terlihat entah dari nada bicara, maupun ekspresi muka.

Karenanya saya ingin tegaskan, siapapun anda yang menggunakan jasa ojek online, entah itu Gojek atau Grab atau apapun itu, tolong hargai driver. Jangan pernah anggap remeh. Ojek online bukan pekerjaan yang hina, sehingga anda tidak layak merendahkannya. Dan kenyataannya pekerjaan ojol ini sangat membantu banyak orang.

Bicara soal ekonomi, banyak juga driver Ojek Online yang sebenarnya mungkin lebih kaya daripada anda. Hanya mereka tetap mau join Ojek Online dengan alasan-alasan tertentu, misalnya sekedar nambah-nambah atau bahkan sekedar iseng-iseng. Tapi yang pasti bukan karena mereka terdesak tidak bisa makan.

Tapi kalaupun ada driver yang memang ekonominya menengah kebawah, tetapn saja anda tidak boleh rendahkan ataupun lecehkan. Jangan coba sekali-sekali lakukan.

Jika anda manusia yang masih punya hati nurani, hargailah setiap driver Ojek Online, perlakukan mereka secara manusiawi.

Selasa, 28 Agustus 2018

Tuhan tak tidur, hakim yang memvonis Meiliana terjaring OTT KPK

Beberapa waktu terakhir ini sepertinya keadilan semakin terkoyak-koyak. Mirisnya, mereka yang mengoyak justru mereka yang dipercayakan sebagai penegak keadilan tersebut.

Adalah Meiliana, seorang ibu yang harus merasakan dinginnya mendekam dipenjara karena ketidakadilan dan ketidakbijaksanaan hakim yang mengadilinya. Ia harus menerima ketika palu diketuk dan hukuman 18 bulan dijatuhkan.



Menyedihkannya adalah ketika apa yang ia lakukan justru sebenarnya sama sekali bukan sesuatu yang melanggar hukum. Apa yang salah dengan meminta mengecilkan suara toa Masjid?

Lagipula dia pun tak meminta! Dia hanya bertanya pada seseorang, 'kok suaranya sekarang agak besar ya?' Lalu seseorang itu menceritakan kepada seseorang dan kepada seseorang dan kepada seseorang, begitu seterusnya hingga akhirnya memancing kemarahan besar orang-orang yang dengan gampangnya terprovokasi.

Singkat cerita, ketidakadilan itu menimpa beliau.

Tapi Tuhan tidak tidur.

Ditengah tanda tanya dan kekecewaan atas apa yang terjadi, Tuhan ternyata bekerja. Tuhan tidak diam. Dalam keheningan Dia melakukan sesuatu. Sesuatu yang hebat, sesuatu yang bahkan tak terpikirkan oleh kita semua.

Hanya sepekan berselang setelah Meiliana divonis, hakim yang memvonis beliau langsung tertangkap tangan oleh KPK terkait kasus korupsi.



Tak main-main, dia tertangkap tangan dengan sejumlah uang dalam pecahan dolar Singapura. Bersama beberapa rekannya yang lain, kini ia diperiksa oleh KPK.

Orang yang memvonis Meiliana bersalah, ternyata orang yang tak bermoral, orang yang gila akan harta dunia. Saya jadi curiga, jangan-jangan vonis yang ditujukan kepada Meiliana bukan hanya semata karena tekanan massa, tapi juga karena ada menerima uang. Bisa jadi?

Entahlah. Tapi intinya, ketika mereka berbondong-bondong menyudutkan Meiliana sebagai orang yang bersalah, orang yang telah menista agama, Tuhan justru menunjukkan siapa yang bermasalah, siapa penista agama sebenarnya.

Sekali lagi saya ingin katakan, Tuhan tidak tidur. Tuhan selalu bekerja membela mereka yang tertindas oleh ketidakadilan oleh sekelompok orang yang begitu jahat dan keji, yang selalu mengatasnamakan Tuhan padahal tidak mengenal Tuhan.

Terkait lagu Indonesia Raya, menurut saya Alffy Rev itu salah, tapi ga perlu sampe dipenjara

Jadi ceritanya dunia online lagi ribut dengan salah satu video cover dari seorang musisi yang sangat berbakat bernama Alffy Rev, dimana ia mengaransemen ulang lagu Indonesia Raya yang kemudian menuai pro dan kontra.




Saya pikir langsung saja pada apa yang ingin saya sampaikan.'


Apakah Alffy Rev salah?

Menurut saya, apa yang dilakukan Alffy Rev itu bisa dikatakan salah, baik secara etika maupun secara hukum.

Secara etika, tidak baik mengaransemen ulang lagu Kebangsaan yang jelas mengandung nilai kesakralan dan marwah serta kebesaran bangsa. Dan secara hukum, jelas tertera bahwasanya Indonesia Raya harus dibawakan sesuai dengan aransemen dan gubahan yang sudah diatur.

Jadi, dalam hal ini jelas bahwa Alffy salah.


Lantas, perlukah dipenjara?

Ya ga perlu dong.

Gila aja lu, Alffy itu walaupun menurut saya salah atau mungkin kurang tepat, tapi dia adalah musisi muda yang memiliki jiwa nasionalisme yang sangat tinggi. Sangat jarang ada pemuda yang memiliki jiwa nasionalisme sebaik dia, apalagi di era saat ini. Janganlah karena sedikit kesalahan kecil lantas kita menghukum orang begitu saja. Itu sama saja kita mematikan karakter beliau.

Lagipula jangan lupa, kita ini mengusung nilai Pancasila ke 2, yaitu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Lantas, apakah kita pantas dikatakan Beradab ketika kita ingin sekali memenjarakan seorang anak muda yang sangat nasionalis hanya karena satu kesalahan kecil? Saya pikir tidak tepat.

Dan jangan lupa juga, kita juga menganut nilai Pancasila ke 4, yaitu Permusyawaratan Yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusawaratan perwakilan. Artinya segala sesuatu dimusyawarahkan dan dibicarakan baik-baik dulu secara kekeluargaan. Jangan apa-apa langsung masuk ke ranah hukum, itu namanya kita tidak memiliki nurani.


Jadi ga perlu kena sanksi dong?

Tetep ada sanksi, tapi sanksinya begini.

Menurut saya, pertama dia harus membuat pernyataan permohonan maaf atas ini. Dan itu memang sudah dilakukan.

Lalu yang kedua, dia harus menarik videonya dan menggantinya dengan yang baru.

Mungkin teman-teman akan berpikir bahwa saya sama sekali tidak menghargai sedikitpun jerih payahnya membuat video dan aransemen video tersebut.

Tidak, saya sangat menghargai. Namun ada satu bagian dari aransemen tersebut yang menurut saya sangat fatal sekali, yaitu di menit ke 2:10 sampai ke 2:57. Silahkan didengarkan.


Intinya, Alffy Rev salah, dan dia sudah meminta maaf. Tapi tidak perlu dihukum penjara, cukup menarik kembali videonya dan membuat yang baru dengan aransemen baru yang lebih cocok dengan lagu nasional, khususnya dalam hal ini lagu Kebangsaan.

Minggu, 19 Agustus 2018

Masih ada juga yang mencibir Jokowi di Opening Asian Games, Jokowi emang selalu salah!

Jadi ceritanya kemaren itu diadakan Pembukaan Asian Games, dimana saat itu ditampilkan sebuah video yang memperlihatkan Pak Presiden Jokowi dengan gaya dan aksinya.



Hampir setiap orang berdecak kagum melihat video itu. Bahkan pujian dari luar negeri pun datang bertubi-tubi. Semuanya memuji dan menunjukkan kekagumannya pada Pak Presiden Jokowi.

Tapi, dibalik kemeriahan dan puji-pujian serta rasa kekaguman tersebut, masih ada saja suara-suara miring yang mengomentari Pak Presiden.

Dan hal ini terbukti dengan tidak sedikitnya hujatan-hujatan kepada Pak Presiden.

Tahukah siapa yang menghujat?

Siapa lagi kalau bukan kaum pendukung sebelah.

Saya tak sengaja melihat video dari seorang Rocky Gerung di Youtube, dan melihat ada kurang lebih 1000 lebih komentar, dimana hampir semuanya berisi hujatan kepada Pak Presiden Jokowi.

Saya tidak habis pikir. Mengapa mereka tidak bisa melihat sedikit saja hal positif dari apa yang dilakukan oleh seorang Jokowi? Apakah mata hati mereka telah mati?

Padahal, apa yang dilakukan Jokowi menurut saya adalah hal yang sangat baik dan bahkan kreatif. Hasilnya pun kita bisa lihat, hampir semua orang baik dari dalam dan luar negeri mengungkapkan rasa kekagumannya kepada Pak Presiden. Tentunya secara otomatis ini juga mengharumkan nama bangsa di mata dunia.

Ah, sudahlah. Sepertinya tidak perlu capek-capek menjelaskan.

Kalau memang dasarnya sudah benci, apapun yang dilakukan tetap saja akan selalu salah.

Lagipula, di dunia ini akan selalu ada orang jahat. Jadi, jangan heran jika ada yang masih mau membenci orang-orang yang jelas baik.

Bagi mereka pokoknya semua salah Jokowi, pokoknya apapun yang dilakukan Jokowi semua salah.

Biarkanlah mereka begitu, namun kalau bagi saya dan orang-orang waras lainnya, Jokowi tetap masih yang terbaik.

Titik.