Selasa, 24 Maret 2015

Jangan Menyia-nyiakan Kesempatan Yang Tuhan Berikan

Sekitar dua minggu yang lalu, baru saja salah seorang temanku mendapatkan sebuah musibah, dimana ayahnya meninggal dunia. Dipagi yang begitu buta, tepatnya ketika aku masih menikmati tidur lelapku, seorang lelaki yang merupakan ayah dari temanku ini harus mengalami kecelakaan yang berujung pada maut. Sama sekali tidak terpikirkan, sama sekali tidak terduga, dan sulit dimengerti, bahwasanya itu akan terjadi.

Hari ini, lagi-lagi sebuah kabar dukacita harus kudengar dari seorang sahabatku yang lain. Kepergian ayahnya terasa begitu cepat. Orang-orang hampir tak percaya. Sang istri (aku memanggilnya kakak) tak kuasa menahan tangisnya. Jiwanya begitu tergoncang. Badannya terlihat sangat lemas. Terlihat lembab disekitar kantung matanya yang memerah dan sayu. Semua terasa begitu hampa, seolah tidak ada lagi gunanya menjalani roda kehidupan.

Ketika harus mendengar kabar-kabar seperti ini, aku sering merasa cemas. Ya, kecemasanku ini memang bukan tak beralasan. Ayahku saat ini berumur 58 tahun, usia yang sudah cukup tua. Dengan kondisi jantungnya yang juga saat ini tak begitu baik. Aku selalu bertanya-tanya "kapankah giliranku, Tuhan?". Terdengar seperti mendoakan agar kepergiannya dipercepat, tapi bukan itu maksudnya. Itu hanyalah sebuah kalimat tanya dalam benakku, yang menunjukkan kepasrahan, akan sebuah ketidaksiapan ketika harinya tiba.

Aku tahu, berjuta tanya dalam benakku tetap takkan mampu untuk membuatku tahu, kapankah giliran keluargaku akan tiba. Tuhan memang tidak akan pernah memberitahunya, karena ini memang rahasiaNya. Namun aku bersyukur kepada Tuhan, karena sampai detik ini Ia masih memberiku kesempatan untuk dapat memperlakukan orangtuaku sebaik-baik mungkin, sampai ketika harinya tiba. Sehingga kelak, aku bisa mengadahkan kepala, mengirimkan senyumku kepada Tuhan dan berkata, "Terimakasih Tuhan, aku masih sempat melakukan yang terbaik untuknya".

Apakah engkau juga memiliki kesempatan yang sama? Jika YA, mari! Jangan menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan berikan. Mulailah melakukan yang terbaik untuk orangtua kita. Seburuk apapun mereka, tetaplah mereka adalah orangtua kita, sebuah anugerah terbesar yang Tuhan berikan untuk kita. Mengucap syukurlah karenanya.

0 komentar:

Posting Komentar