Selasa, 24 Maret 2015

Segalanya butuh uang, tapi uang bukanlah segalanya

Ada sebuah kutipan yang populer dikalangan masyarakat belakangan ini, yang bunyinya seperti demikian.
Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang.
Saya cukup takjub ketika pertama kali membaca kalimat ini. Bukan karena apa, rangkaian kata-katanya sangat menarik menurut saya. Namun setelah dibaca berulang-ulang, ada sebuah makna yang menurut saya sangat tidak pantas untuk menjadi panutan. Sekilas memang kalimat ini seperti sedang menjabarkan sebuah fakta, bahwasanya uang memang penting dalam kehidupan. Namun pada akhirnya, terjadi pergeseran makna menjadi 'uanglah yang terpenting dalam kehidupan'.

Pertanyaannya, sebegitu berharganyakah uang sampai ia harus didewakan sedemikian hebatnya?

Dizaman yang semakin hari semakin kejam ini, kita bisa melihat sebuah fakta, dimana orang semakin berburu-buru mencari uang. Semua berlomba mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Bekerja pagi siang dan malam, bahkan subuh, untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Dari terbitnya matahari sampai terbitnya lagi, tetap bekerja.

Bahkan, pemahaman dimana nilai derajat seseorang bergantung pada banyaknya uang yang ia miliki, semakin jelas terlihat. Belum terhormat rasanya seseorang, jika ia tidak memiliki banyak uang. Ini sangat menyedihkan. Implikasinya dalam kehidupan, orang miskin akan semakin kehilangan tempat dalam lingkungan sosial. Yang kaya semakin menginjak, yang miskin semakin terinjak.

Bagi saya pribadi, memang uang sangat penting. Tak perlu dijelaskan lagi. Intinya, uang dapat memenuhi hampir semua kebutuhan saya. Namun begitu, saya tetap berprinsip, bahwasanya uang bukanlah 'dewa' dalam kehidupan. Saya ingin prinsip ini juga menjadi pegangan orang banyak juga. Oleh karena itu, saya ingin memposisikan ulang kutipan yang disebutkan diatas, menjadi seperti judul artikel ini.
Segalanya memang butuh uang, tapi uang bukanlah segalanya.
Ya! Memang, uang begitu penting. Ia mempermudah berbagai hal dalam hidupmu. Tapi ingat, tetaplah berpegang pada kalimat terakhir, 'uang bukanlah segalanya'. Artinya, jangan membuat hidupmu terasa demikian sulit dengan terus berhasrat mencari uang dalam setiap detik hidupmu. Engkau terlahir tidak semata-mata untuk terus menjadi mesin penghasil uang.

Sisihkan waktumu untuk mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada uang. Berkumpul bersama sanak saudara, bahkan orang tua. Jangan sampai seluruh waktumu engkau habiskan hanya untuk mencari uang. Jangan sampai, engkau tak lagi memiliki kesempatan untuk dapat berkumpul bersama orang-orang yang engkau cintai. Ketika waktu itu tiba, engkau akan menyesal. Dan yang lebih menyedihkan, semua uang yang engkau miliki takkan dapat engkau pakai untuk membeli lagi kesempatan dan waktu untuk berkumpul bersama orangtua. Ketika engkau menyadari hal itu, pikirkan. Mana yang lebih berharga, uang atau waktu bersama keluarga?

0 komentar:

Posting Komentar