Kamis, 11 Juni 2015

Kepergian Angeline, pelajaran bagi kita semua

Indonesia sedang dilanda kabar duka. Adalah Angeline, seorang bocah berumur 8 tahun, yang harus pergi dengan cara yang tidak manusiawi, oleh orang-orang yang buta karena keserakahan. Tentunya hal ini menjadi sebuah kesedihan bagi siapapun yang mendengar kabarnya. Dan tentunya juga, menimbulkan rasa geram dan kemarahan.

Angeline, seperti yang kita tahu, adalah seorang anak perempuan yang dikabarkan hilang sejak Mei silam. Berbagai pemberitaan media membuat seluruh Indonesia mengetahui hal ini. Tentunya menarik banyak simpati. Disisi lain, juga menimbulkan kecurigaan, ketika melihat sikap ibu angkatnya yang kabarnya berusaha menghalang-halangi siapa saja untuk masuk kerumahnya.

Kini, semua jelas. Angeline bukan hilang, namun dibunuh, bahkan dengan cara yang sangat keji, apalagi dilakukan kepada seorang anak kecil berusia 8 tahun. Sang ibu kandung Angeline pun hanya bisa pasrah, mengetahui anaknya harus mati ditangan sang ibu angkatnya. Apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. Orang yang ia percaya untuk mengadopsi justru memanfaatkan kepercayaannya itu.

Pelajaran bagi setiap pasangan
Sebuah pelajaran berharga, bagi kita semua, terutama para pasangan suami istri, untuk lebih memikirkan matang-matang sebelum berencana punya anak. Memikirkan matang-matang dalam arti menimbang, 'apakah kami sudah cukup siap memiliki anak?'

Tentunya ini menyangkut banyak hal. Baik secara karakter, juga finansial. Banyak orang terbentur pada finansial. Oleh sebab itu, sebelum punya anak, pastikan anda memiliki ekonomi yang cukup untuk membiayai kebutuhannya. Jika tidak, lebih baik tidak usah punya anak.

Pelajaran bagi setiap orang, untuk lebih peka melihat keadaan sosial disekitarnya
Sebagai makhluk sosial, tentunya kita harus peka dengan kondisi disekitar kita. Baik itu dirumah, disekolah, bahkan ditempat kerja. Tetangga sekitar rumah Angeline mengaku, setiap malam mendengar suara tangisan anak tersebut. Seharusnya ini sudah cukup bagi mereka untuk 'memaksakan diri' mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi. Mengapa anak itu terdengar menangis setiap malam?

Apalagi ketika mengetahui sikap ibu angkat Angeline yang begitu tertutup kepada masyarakat dilingkungannya. Dari situ kita bisa menilai, ada sesuatu yang tidak beres. Sehingga tidak masalah jika mereka berusaha untuk mencaritahu apa yang sedang terjadi

Intinya, setiap pasangan suami istri, persiapkan dirimu sebaik mungkin sebelum memiliki atau bahkan menambah anak. Begitu juga menjadi pelajaran kepada kita semua, untuk lebih peka terhadap lingkungan sosial kita, terutama dalam hal bertetangga. Harapannya, semoga kedepannya tidak ada lagi anak-anak yang harus bernasib sama seperti Angeline.

Selamat jalan Angeline, berbahagialah karena engkau telah tenang disisiNya. Tuhan memberkati.

0 komentar:

Posting Komentar