Jumat, 29 Juli 2016

Kalian terlalu sibuk dengan Pokemon Go, padahal Instagram-lah bahaya sesungguhnya

Saya tergerak menulis ini ketika melihat orang-orang begitu banyak membahas bahaya bermain Pokemon Go bagi anak. Saya bukannya penggemar, karena saya juga tidak pernah memainkannya. Bahkan sebenarnya saya pengguna Instagram yang cukup aktif. Hanya saja lucu bagi saya, melihat orang-orang yang mengklaim bahaya Pokemon untuk anak-anak. Padahal, menurut saya Instagram jauh lebih berbahaya saat ini. Yang menyedihkan, sepertinya banyak orang tidak menyadarinya.


Saya adalah termasuk orang yang aktif bermain media sosial. Entah itu untuk menghilangkan suntuk, ataupun berbagi cerita dengan teman-teman. Dan salah satu yang saat ini cukup saya gemari adalah Instagram.

Saya boleh dikatakan cukup sering bermain Instagram. Menurut saya ini media sosial yang pas untuk mereka yang suka berbagi cerita didunia maya namun memiliki handphone dengan spesifikasi minim, ditambah budget terbatas untuk kuota. :'D



Aplikasi Instagram memang termasuk yang paling ringan jika dibandingkan aplikasi medsos lainnya, seperti Facebook, Twitter. Apalagi jika dibandingkan dengan Path, menurut saya Instagram jauh lebih ringan. Disamping itu, kuota untuk mengaksesnya juga tidak terlalu besar

Namun belakangan ini, saya agak sedikit merasa tidak nyaman bermain Instagram. Setidaknya untuk membuka lambang kaca pembesar yang ada di Instagram, saya merasa enggan. Kenapa?

Alasannya, karena sudah semakin banyaknya konten-konten baik berupa gambar maupun video yang mengandung unsur pornografi, yang dulunya sangat jarang ditemukan. Tentunya ini tidak baik untuk dilihat. Apalagi untuk anak dibawah umur, tentunya sangat tidak baik untuk dilihat.

Awalnya mungkin hanya satu atau dua gambar. Namun justru itu masalahnya. Anak-anak yang masih belum mengerti benar, ditambah dengan rasa penasaran yang tinggi tentu akan membuka gambar-gambar tersebut. Jika mereka membuka gambar itu, maka berikutnya bisa tampil lebih banyak gambar. Jika itu sudah terjadi, maka bisa-bisa isi IG mereka akan jadi seperti pada gambar dibawah ini.



Kabar gembira! IG dapat dibersihkan dari gambar-gambar negatif!

Mengapa hal ini bisa terjadi?

Saat ini, sudah banyak sekali pemilik akun instagram yang tanpa malu menampilkan pose dirinya dengan gaya yang tentunya sangat tidak pantas untuk dilihat, apalagi jika dilihat oleh anak-anak. Tidak hanya itu, banyak juga akun-akun pornografi berkedok humor. Bungkusnya humor, tapi ketika dlihat, ternyata sangat banyak humor yang sifatnya menjurus.

Dari situ saya mulai berpikir, bahwasanya Instagram tak baik untuk digunakan oleh anak-anak. Alasannya jelas, karena banyaknya konten dewasa yang sangat gampang sekali untuk dibuka. Tidak ada batasan sama sekali.

Hal ini tentunya mengerikan, mengingat saat ini anak usia SD pun sudah banyak yang bermain Instagram.

Jadi, jika anda sering memberikan gadget kepada anak-anak anda, mulai sekarang sepertinya harus dikurangi. Begitupun jika anda mempunyai adik yang masih dibawah umur namun cukup aktif menggunakan Instagram, sepertinya harus mulai dilarang, atau diberi pencerahan. Karena anak-anak dibawah umur, terutama yang sedang melewati masa-masa puber sangat rentan dengan konten-konten seperti ini.

Mari, sebagai orang tua yang baik, awasi anak-anak anda. Dan sebagai kakak yang baik, awasi adik-adik kita. Agar kelak mereka bisa menjadi generasi yang sehat baik jasmani maupun rohani.

2 komentar:

  1. Instagram menggunakan algoritma tertentu untuk menampilkan foto yang ada pada bagian "kaca pembesar" tersebut. Algoritma tersebut memilih foto-foto untuk ditampilkan pada bagian tersebut. Foto-foto yang ditampilkan adalah foto yang mirip dengan yang sering user like, foto yang memiliki tema yang sama dengan account yang difollow oleh user, dan foto-foto dari teman anda di facebook (jika instagram anda terhubung ke facebook).

    So, hal ini tidak sepenuhnya salah instagram. Karena instagram tidak akan menampilkan foto seperti itu jika memang user tidak pernah berinteraksi dengan konten ataupun account yang berbau seperti itu.

    Tldr;
    Isi dari bagian "kaca pembesar" instagram anda menunjukkan jaringan anda dan juga konten yang sering anda lihat ataupun like, baik di instagram saja, maupun facebook.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tidak mengatakan ini salah Instagram. Ini memang murni kesalahan user yang semakin berani. Pun begitu menurut saya Instagram sudah perlu menerapkan sistem "safe mode", termasuk salah satunya verifikasi usia ketika mendaftar.

      Foto dan post disitu bukan berdasarkan apa yang sering dilike oleh user bsgkutan, tapi apa yang populer. Saya tak pernah memfollow mereka, atau menglike postingan mereka. Saya memperhatikam betul2 siapa yg saya follow. Bahkan saya tak mau lagi follow 9gag. Jadi menurut saya algoritma yg anda maksud kurang tepat. Mungkin bukan "yang sering 'saya' lihat", tapi lebih tepatnya "yang populer dikalangan orang2".

      Contoh spt akun alvin_mtd (Mamak Gardam). Saya tdk pernah membuka akun itu sebelumnya. Tapi mengapa bisa muncul? Karena ia populer, karena ia sedang hangat-hangatnya. Jadi menurut saya algoritma yg anda katakan tdk tepat.

      Bdw trims sudah berkunjung dan memberi tanggapan.

      Hapus