Jumat, 23 September 2016

Sudah selayaknya bank menyediakan 'fasilitas khusus' bagi nasabah dengan 'fisik khusus'

Saya pernah mendengar cerita tentang seorang lelaki yang memiliki tinggi badan sangat rendah (berbadan mini atau biasa disebut cebol) kerap kali kesulitan ketika hendak menggunakan ATM. Ia selalu meminta bantuan satpam untuk menggendong badannya, karena kondisi fisiknya tidak memungkinkan ia untuk memakai ATM layaknya orang-orang pada umumnya.




Mendengar cerita itu, saya mulai membayangkan bagaimana perasaan si lelaki tadi. Pasti ia akan merasa sedikit kecil hati, kecut, bahkan mungkin ada perasaan 'sepertinya aku ditertawakan yah', karena untuk menggunakan ATM pun ia harus meminta bantuan orang lain. Apalagi mengingat saya yang tinggi badan yang sebenarnya masih cukup lumayan (160cm) ini saja masih sering ditertawakan dengan ucapan 'pendek kali badanmu!'

Dari situ, saya mulai berpikir, barangkali pihak bank sudah perlu memberikan semacam fasilitas khusus untuk para nasabah yang mungkin memiliki kekurangan fisik, khususnya dalam hal ini tinggi badan. Fasilitas tersebut bisa berupa tangga mini yang dibuat dari bahan ringan yang selalu stand-by 24 jam didalam ATM. Sehingga setiap kali lelaki tadi ingin menggunakan ATM, ia tinggal menarik tangga tersebut dan memakainya. Bahkan bila perlu diberikan roda dibawahnya, sehingga bisa dengan mudah dipindahkan.

Saya sangat yakin keberadaan fasilitas seperti itu akan sangat membantu mereka yang memiliki kekurangan fisik tadi untuk tetap bisa mengoperasikan ATM layaknya orang-orang normal lainnya tanpa harus bergantung kepada orang lain.

Tidak hanya itu, saya juga yakin keberadaan fasilitas tersebut dapat dibuat dalam rangka memberikan rasa hormat kepada mereka-mereka tadi. Sehingga akan memperlihatkan bahwasanya Bank menghormati semua nasabahnya tanpa melihat status, golongan, bahkan fisik.

Dengan begitu, ini bukan hanya membantu mereka secara teknis (mempermudah penggunaan ATM), tapi juga secara tidak langsung memberikan dukungan secara 'moril'. "Baik banget ya bank masih mikirin orang-orang seperti saya sampai-sampai mau buat beginian". Mereka pasti akan berpikir demikian.

Sebagai penutup, saya berharap suatu saat tulisan ini dibaca oleh mereka-mereka yang memiliki kewenangan tinggi dibank tempat bekerja masing-masing, dan dapat mempertimbangkannya, serta kemudian merealisasikannya. Sehingga kedepan, setiap nasabah bisa menggunakan ATM dengan baik, tidak perduli kondisi fisiknya seperti apa.

Mari mulai menunjukkan bahwasanya bank menghormati dan merangkul semua nasabahnya tanpa melihat status, golongan, bahkan fisiknya.

0 komentar:

Posting Komentar