Senin, 20 Februari 2017

Seberapa beruntungkah saya?

Kala itu ketika hari masih cukup pagi, saya sedang duduk-duduk dengan mama saya dikedai dipasar. Tiba-tiba HP-ku berdering, ternyata ada telpon dari seseorang yang ingin bertemu untuk meminta sebuah berkas musik. Maklum, aktifitiasku memang banyak dibidang musik. Tanpa menunggu lama, aku pun segera bergegas menghampiri si penelepon.

Kami pun bertemu dan langsung bercakap sua. 10-15 menit berlalu dan akhirnya semua urusan selesai. Ia merasa terbantu dan saya sangat senang bisa membantu. Akhirnya ia pun merogoh koceknya dan memberikan saya sejumlah uang. Uang yang sangat banyak sebenarnya jika dibandingkan dengan apa yang saya kerjakan. Namun saat itu saya merasa itu tidak terlalu banyak.

Akhirnya kami pun berpisah. Saya kembali mampir ke kedai mama saya untuk menemaninya sekedar berjualan. Kami pun berbincang-bincang biasa.

Beberapa menit setelah mampir, saya hendak pulang kerumah sebentar. Ketika hendak pulang, saya melihat seorang bapak yang sepertinya sudah berusia cukup tua, sedang mendorong becaknya menaiki sebuah jalan yang menanjak. Dengan wajah yang lesu dengan kerutan dikeningnya, ia mendorong becaknya yang terlihat usang tersebut menaiki tanjakan.

Gambar ilustrasi. Sumber: apakabardunia.com

Melihat beliau seperti itu, saya langsung merasa tersentak, lalu mulai berpikir betapa beruntungnya saya. Tidak, tidak beruntung, tapi sangat-sangat beruntung! Bagaimana tidak, saya mendapatkan uang dengan sangat mudah, berbanding terbalik dengan bapak tersebut, yang harus menarik becak dengan lelahnya demi mendapatkan rupiah.

Akhirnya saya pun malu pada diri sendiri, betapa saya tidak bersyukur dengan apa yang sudah saya dapatkan. Saya pun menjadi merasa sangat beruntung, dan tentunya bersyukur atas rezeki yang saya sudah dapatkan. Serta bersyukur juga karena masih ditegur melalui seorang bapak tukang becak.

Terimakasih Tuhan, engkau masih memberiku rezeki. Terimakasih juga kepada bapak tukang becak, yang secara tidak langsung telah memberikanku sebuah pelajaran hidup berharga. Semoga bapak selalu dalam perlindungan Yang Maha Kuasa.


0 komentar:

Posting Komentar