Senin, 28 Agustus 2017

First Travel dan Kasus Penipuan Travel Umrah



Sudah beberapa hari ini berbagai media disibukkan dengan pemberitaan mengenai Kasus Penipuan Travel Umrah yang dilakukan oleh salah satu jasa penyedia Umrah bernama First Travel. Dalam kasus tersebut, dua pimpinan utama perusahaan tersebut dijadikan sebagai tersangka, yang mana keduanya juga merupakan pasangan suami istri, yaitu bernama Andika dan Aniessa Hasibuan, dan juga seorang tersangka lainnya bernama Kiki Hasibuan, yang tak lain merupakan adik dari Aniessa.



Akibat penipuan yang mereka lakukan, saat ini tak jelas bagaimana nasib puluhan ribu calon jamaah haji yang sudah mendaftar dan menyetorkan uangnya. Mereka benar-benar pusing dan frustasi. Yang lebih ironisnya lagi, ada sebuah berita yang mengatakan bahwa salah seorang nenek calon jamaah haji mengalami frustasi berat, yang akhirnya menyebabkan ia meninggal dunia.

Kasus penipuan seperti ini tentunya harus menjadi suatu pelajaran bagi kita semua, terkhusus bagi teman-teman Umat Muslim yang ada niat kedepan untuk menunaikan Ibadah Umrah. Betapa kita harus benar-benar berhati-hati memilih jasa travel atau pun jasa umrah. Jangan sampai kita mau begitu saja terbuai oleh janji-janji surga. Diiming-imingi biaya murah tapi ternyata hasilnya mentah.

Sekali lagi, kedepan mari lebih berhati-hati dalam memilih sebuah jasa maupun layanan, khususnya dalam hal ini layanan atau jasa umrah. Benar-benar berhati-hati. Ingat bagaimana susah payahnya anda mengumpulkan uang sedikit demi sedikit agar bisa berangkat haji. Jangan sampai pengorbanan anda menjadi sia-sia, karena anda salah memilih jasa.

Semoga kita semua kedepannya terhindar dari penipuan-penipuan dan iming-iming surga seperti itu.

Bagi anda yang memiliki pengalaman pahit tentang jasa umrah maupun jasa travel lainnya, silahkan berbagi melalui kotak komentar dibawah.

Selasa, 01 Agustus 2017

Ketika perempuan seksi menggoda laki-laki, apa kita akan terjerumus dan kemudian menodainya?

Ketika misalkan ada seorang perempuan seksi menggoda kita kaum laki-laki, apakah yang akan kita lakukan? Apakah kita akan ikut hanyut dalam godaan yang menjerumuskan tersebut, lalu akhinya menodai perempuan tersebut?




Sebagian besar diantara laki-laki berkilah 'ah, kan perempuan itu yang menggoda saya, ya saya sikat saja'. Atau 'lah, kalau ada perempuan seksi menggoda laki-laki, ya udah selesaikan aja, rejeki kok ditolak?'

Mungkin kalimat itu ada benarnya, jika kita hanya melihat dari sisi kedagingan dan nafsu duniawi kita. Tetapi, coba kita melihat dari sisi yang lain. Maksud saya, coba bayangkan jika perempuan yang menggoda itu adalah adik kita atau mungkin saudara kita atau bahkan mungkin (maaf) ibu kita, bagaimana perasaan kita?

Saya yakin setiap kita selalu berharap agar adik atau kakak perempuan ataupun saudara perempuan kita selalu jauh dari hal-hal yang jahat, bahkan dari pelecehan seksual. Sekalipun mungkin misalnya adik kita cukup mentel dan genit, tapi tentu kita akan berupaya sekuat mungkin agar tak ada 'buaya' yang menerkamnya.

Oleh karenanya, mari teman-teman. Dimulai dari diri kita sendiri, mulailah untuk tidak memandang wanita sebagai objek seks semata. Sekalipun ada perempuan seksi menggoda laki-laki, janganlah pernah bepikir 'ya sudah nikmatin aja, rejeki kok ditolak?'. Jangan penah bepikir seperti itu.

Ingatlah, kita juga punya adik atau mungkin saudara yang juga perempuan. Apabila misalkan ada adik perempuan kita terkadang terlihat begitu genit kepada laki-laki, tentu kita berharap agar laki-laki tersebut bijak dan tidak serta merta menganggap itu sebagai 'rejeki', melainkan sebuah penyimpangan moral ataupun sikap yang harus diluruskan.

Ayo, sekali lagi. Jangan melihat wanita sebagai objek seks, sekalipun mungkin ada perempuan seksi yang datang menggoda kita. Jangan mau terjerumus dan kemudian pada akhirnya menodai perempuan tersebut.

Namun, misalkan pun kita benar-benar tak mampu menahan dan hal itu terjadi, sesalilah, dan kedepan tekadkan untuk mempelakukan wanita dengan lebih baik lagi. Memang ini sulit, tapi pelan-pelan kita pasti bisa melakukannya.

Mari melihat wanita sebagai pribadi yang harus dihargai, dihormati, dicintai dan disayangi.