Selasa, 12 Juni 2018

Tidak cukup pendidikan formal, skill non-akademis juga penting untuk masa depan

Hampir setiap orang tua umumnya membekali anak-anak mereka dengan bekal akademis, berupa pendidikan SD, SMP, SMA, bahkan sampai gelar S3. Harapannya, pencapaian akademisnya itu kelak bisa dipakai untuk menyambut masa depannya.
Tapi tahukah teman-teman, tidak hanya bekal akademis, tapi juga skill non-akademis itu juga sangat perlu?

Ya, itu sangat perlu!


Saya pribadi sudah merasakannya. Berkat orang tua saya yang dulu memberikan les musik, saya memiliki salah satu bekal non-akademis yaitu keahlian bermain musik. Dan hari ini, skill manfaat dari skill musik tersebut sangat saya rasakan.

Karenanya saya menyadari betul, betapa sudah seharusnya setiap orang khususnya generasi muda dibekali dengan satu skill non-akademis. 

Tidak terbatas di bidang musik, tapi bisa juga hal lain apapun. Misalkan kemampuan menggambar, menulis, bahkan menjahit, memasak, dan menambal ban sekalipun!


Mengapa menjadi begitu penting?

Tentu alasannya bukan karena keahlian tersebut akan dijadikan masa depan utama atau sumber pencaharian utama kelak. Tentu saja tidak, walaupun memang hal tersebut bisa.

Tetapi lebih tepatnya, karena skill non-akademis bisa dipakai orang untuk mencari uang disaat-saat genting. 

Misalkan ketika saya diperantauan dan sedang krisis uang, kita bisa menggunakan skill musik bahkan skill menambal ban sekalipun untuk mencari uang.

Atau yang jauh lebih ekstrim lagi, ketika kita 'terdampar' disuatu wilayah yang tidak ada sanak keluarga sama sama sekali, skill non-akademis yang kita miliki bisa sangat bermanfaat untuk kita. Kita bisa bekerja serabutan untuk menghasilkan uang memenuhi kebutuhan sementara dari skill itu.

Karenanya, menurut saya sudah seharusnya setiap orang tua untuk mulai berpikir membekali anak-anaknya dengan skill non-akademis. Segera cari tahu bakat mereka apa, lalu berikan les ataupun pelatihan sesuai dengan bidang yang diminati. 

Jika mereka tertarik dibidang otomotif, berikan keahlian berbengkel. Jika mereka tertarik dibidang kuliner, berikan keahlian masak-memasak. Jika mereka tertarik dibidang seni, berikan keahlian memusik atau melukis. Begitu seterusnya.

0 komentar:

Posting Komentar