Rabu, 29 Agustus 2018

Buat setiap pengguna ojek online, tolong hargai para driver

Jadi ceritanya saya tadi ada sedikit waktu luang, saya hidupkan akun Gojek saya. Tiba-tiba orderan langsung masuk. Saya pun langsung bergegas menuju rumah si calon penumpang.

Ditengah perjalanan saya menuju kediaman penumpang, saya menelpon kembali beliau karena kebingungan dengan nama jalan rumahnya, dan bermaksud meminta petunjuk agar mempermudah saya.

Tapi apa yang terjadi? Si penumpang tadi langsung nyerocos luar biasa dengan nada yang agak meninggi.

Tanpa pikir panjang, saya langsung katakan "bu, mohon maaf sepertinya ibu cari driver yang lain saja ya", lalu saya tutup telpon dan saya batalkan orderannya.

Jujur saya agak merasa tidak tega juga melakukan itu, tapi menurut saya itu perlu, agar lain kali beliau bisa lebih menghargai para driver ojek online.



Tidak sedikit saya menemukan banyak kasus dimana para konsumen Ojek Online kurang menghargai driver. Itu bisa terlihat entah dari nada bicara, maupun ekspresi muka.

Karenanya saya ingin tegaskan, siapapun anda yang menggunakan jasa ojek online, entah itu Gojek atau Grab atau apapun itu, tolong hargai driver. Jangan pernah anggap remeh. Ojek online bukan pekerjaan yang hina, sehingga anda tidak layak merendahkannya. Dan kenyataannya pekerjaan ojol ini sangat membantu banyak orang.

Bicara soal ekonomi, banyak juga driver Ojek Online yang sebenarnya mungkin lebih kaya daripada anda. Hanya mereka tetap mau join Ojek Online dengan alasan-alasan tertentu, misalnya sekedar nambah-nambah atau bahkan sekedar iseng-iseng. Tapi yang pasti bukan karena mereka terdesak tidak bisa makan.

Tapi kalaupun ada driver yang memang ekonominya menengah kebawah, tetapn saja anda tidak boleh rendahkan ataupun lecehkan. Jangan coba sekali-sekali lakukan.

Jika anda manusia yang masih punya hati nurani, hargailah setiap driver Ojek Online, perlakukan mereka secara manusiawi.

Selasa, 28 Agustus 2018

Tuhan tak tidur, hakim yang memvonis Meiliana terjaring OTT KPK

Beberapa waktu terakhir ini sepertinya keadilan semakin terkoyak-koyak. Mirisnya, mereka yang mengoyak justru mereka yang dipercayakan sebagai penegak keadilan tersebut.

Adalah Meiliana, seorang ibu yang harus merasakan dinginnya mendekam dipenjara karena ketidakadilan dan ketidakbijaksanaan hakim yang mengadilinya. Ia harus menerima ketika palu diketuk dan hukuman 18 bulan dijatuhkan.



Menyedihkannya adalah ketika apa yang ia lakukan justru sebenarnya sama sekali bukan sesuatu yang melanggar hukum. Apa yang salah dengan meminta mengecilkan suara toa Masjid?

Lagipula dia pun tak meminta! Dia hanya bertanya pada seseorang, 'kok suaranya sekarang agak besar ya?' Lalu seseorang itu menceritakan kepada seseorang dan kepada seseorang dan kepada seseorang, begitu seterusnya hingga akhirnya memancing kemarahan besar orang-orang yang dengan gampangnya terprovokasi.

Singkat cerita, ketidakadilan itu menimpa beliau.

Tapi Tuhan tidak tidur.

Ditengah tanda tanya dan kekecewaan atas apa yang terjadi, Tuhan ternyata bekerja. Tuhan tidak diam. Dalam keheningan Dia melakukan sesuatu. Sesuatu yang hebat, sesuatu yang bahkan tak terpikirkan oleh kita semua.

Hanya sepekan berselang setelah Meiliana divonis, hakim yang memvonis beliau langsung tertangkap tangan oleh KPK terkait kasus korupsi.



Tak main-main, dia tertangkap tangan dengan sejumlah uang dalam pecahan dolar Singapura. Bersama beberapa rekannya yang lain, kini ia diperiksa oleh KPK.

Orang yang memvonis Meiliana bersalah, ternyata orang yang tak bermoral, orang yang gila akan harta dunia. Saya jadi curiga, jangan-jangan vonis yang ditujukan kepada Meiliana bukan hanya semata karena tekanan massa, tapi juga karena ada menerima uang. Bisa jadi?

Entahlah. Tapi intinya, ketika mereka berbondong-bondong menyudutkan Meiliana sebagai orang yang bersalah, orang yang telah menista agama, Tuhan justru menunjukkan siapa yang bermasalah, siapa penista agama sebenarnya.

Sekali lagi saya ingin katakan, Tuhan tidak tidur. Tuhan selalu bekerja membela mereka yang tertindas oleh ketidakadilan oleh sekelompok orang yang begitu jahat dan keji, yang selalu mengatasnamakan Tuhan padahal tidak mengenal Tuhan.

Terkait lagu Indonesia Raya, menurut saya Alffy Rev itu salah, tapi ga perlu sampe dipenjara

Jadi ceritanya dunia online lagi ribut dengan salah satu video cover dari seorang musisi yang sangat berbakat bernama Alffy Rev, dimana ia mengaransemen ulang lagu Indonesia Raya yang kemudian menuai pro dan kontra.




Saya pikir langsung saja pada apa yang ingin saya sampaikan.'


Apakah Alffy Rev salah?

Menurut saya, apa yang dilakukan Alffy Rev itu bisa dikatakan salah, baik secara etika maupun secara hukum.

Secara etika, tidak baik mengaransemen ulang lagu Kebangsaan yang jelas mengandung nilai kesakralan dan marwah serta kebesaran bangsa. Dan secara hukum, jelas tertera bahwasanya Indonesia Raya harus dibawakan sesuai dengan aransemen dan gubahan yang sudah diatur.

Jadi, dalam hal ini jelas bahwa Alffy salah.


Lantas, perlukah dipenjara?

Ya ga perlu dong.

Gila aja lu, Alffy itu walaupun menurut saya salah atau mungkin kurang tepat, tapi dia adalah musisi muda yang memiliki jiwa nasionalisme yang sangat tinggi. Sangat jarang ada pemuda yang memiliki jiwa nasionalisme sebaik dia, apalagi di era saat ini. Janganlah karena sedikit kesalahan kecil lantas kita menghukum orang begitu saja. Itu sama saja kita mematikan karakter beliau.

Lagipula jangan lupa, kita ini mengusung nilai Pancasila ke 2, yaitu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Lantas, apakah kita pantas dikatakan Beradab ketika kita ingin sekali memenjarakan seorang anak muda yang sangat nasionalis hanya karena satu kesalahan kecil? Saya pikir tidak tepat.

Dan jangan lupa juga, kita juga menganut nilai Pancasila ke 4, yaitu Permusyawaratan Yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusawaratan perwakilan. Artinya segala sesuatu dimusyawarahkan dan dibicarakan baik-baik dulu secara kekeluargaan. Jangan apa-apa langsung masuk ke ranah hukum, itu namanya kita tidak memiliki nurani.


Jadi ga perlu kena sanksi dong?

Tetep ada sanksi, tapi sanksinya begini.

Menurut saya, pertama dia harus membuat pernyataan permohonan maaf atas ini. Dan itu memang sudah dilakukan.

Lalu yang kedua, dia harus menarik videonya dan menggantinya dengan yang baru.

Mungkin teman-teman akan berpikir bahwa saya sama sekali tidak menghargai sedikitpun jerih payahnya membuat video dan aransemen video tersebut.

Tidak, saya sangat menghargai. Namun ada satu bagian dari aransemen tersebut yang menurut saya sangat fatal sekali, yaitu di menit ke 2:10 sampai ke 2:57. Silahkan didengarkan.


Intinya, Alffy Rev salah, dan dia sudah meminta maaf. Tapi tidak perlu dihukum penjara, cukup menarik kembali videonya dan membuat yang baru dengan aransemen baru yang lebih cocok dengan lagu nasional, khususnya dalam hal ini lagu Kebangsaan.

Minggu, 19 Agustus 2018

Masih ada juga yang mencibir Jokowi di Opening Asian Games, Jokowi emang selalu salah!

Jadi ceritanya kemaren itu diadakan Pembukaan Asian Games, dimana saat itu ditampilkan sebuah video yang memperlihatkan Pak Presiden Jokowi dengan gaya dan aksinya.



Hampir setiap orang berdecak kagum melihat video itu. Bahkan pujian dari luar negeri pun datang bertubi-tubi. Semuanya memuji dan menunjukkan kekagumannya pada Pak Presiden Jokowi.

Tapi, dibalik kemeriahan dan puji-pujian serta rasa kekaguman tersebut, masih ada saja suara-suara miring yang mengomentari Pak Presiden.

Dan hal ini terbukti dengan tidak sedikitnya hujatan-hujatan kepada Pak Presiden.

Tahukah siapa yang menghujat?

Siapa lagi kalau bukan kaum pendukung sebelah.

Saya tak sengaja melihat video dari seorang Rocky Gerung di Youtube, dan melihat ada kurang lebih 1000 lebih komentar, dimana hampir semuanya berisi hujatan kepada Pak Presiden Jokowi.

Saya tidak habis pikir. Mengapa mereka tidak bisa melihat sedikit saja hal positif dari apa yang dilakukan oleh seorang Jokowi? Apakah mata hati mereka telah mati?

Padahal, apa yang dilakukan Jokowi menurut saya adalah hal yang sangat baik dan bahkan kreatif. Hasilnya pun kita bisa lihat, hampir semua orang baik dari dalam dan luar negeri mengungkapkan rasa kekagumannya kepada Pak Presiden. Tentunya secara otomatis ini juga mengharumkan nama bangsa di mata dunia.

Ah, sudahlah. Sepertinya tidak perlu capek-capek menjelaskan.

Kalau memang dasarnya sudah benci, apapun yang dilakukan tetap saja akan selalu salah.

Lagipula, di dunia ini akan selalu ada orang jahat. Jadi, jangan heran jika ada yang masih mau membenci orang-orang yang jelas baik.

Bagi mereka pokoknya semua salah Jokowi, pokoknya apapun yang dilakukan Jokowi semua salah.

Biarkanlah mereka begitu, namun kalau bagi saya dan orang-orang waras lainnya, Jokowi tetap masih yang terbaik.

Titik.

Senin, 06 Agustus 2018

Cara membuat Tiktok menjadi sedikit lebih bermanfaat bagi anak

Ada salah satu keputusan Kemkominfo yang dilakukan beberapa waktu yang lalu yang menurut saya kurang tepat, yaitu memblokir Tiktok.

Tiktok itu menurut saya adalah aplikasi yang pada dasarnya positif. Mengapa? Karena aplikasi ini sangat menghibur, dan juga sebenarnya melatih kita untuk lebih ekspresif walaupun hanya dengan bergaya lypsinc.



Terlebih bagi anak-anak, Tiktok bisa membuat mereka lebih berani dan terbuka untuk berekspresi, tentunya dalam hal yang positif.

Memang sih, bagaimanapun sebaiknya anak-anak jangan dulu bermain hal-hal sedemikian. Tetapi dizaman sekarang ini sepertinya sangat sulit untuk membendung keinginan mereka. Kecuali jika kita siap untuk bersikap tegas.

Nah, karena itu, menurut saya ada satu cara yang bisa kita lakukan untuk membuat Tiktok menjadi sedikit lebih berdampak positif bagi anak-anak yang memakainya, yaitu dengan menyediakan lagu-lagu anak didalamnya. Sehingga mereka bisa membuat video dengan lagu-lagu yang positif, dan sesuai dengan umur mereka.

Ada banyak lagu anak-anak yang baik dan bagus sebenarnya, yang saat ini sudah hampir tenggelam, yang bisa memberikan dampak positif jika digunakan anak-anak dalam aplikasi Tiktok. Contohnya seperti lagu-lagu masa kecil yang dinyanyikan penyanyi-penyanyi cilik terdahulu seperti Joshua, Sherina, dan lagu-lagu anak-anak yang mendidik lainnya.

Dalam hal ini saya pikir Kemkominfo perlu menghubungi pihak Tiktok untuk menyediakan konten lagu-lagu yang sesuai untuk anak-anak, sehingga bisa memberikan dampak yang lebih positif ketika mereka bermain Tiktok, atau minimal mengurangi dampak negatif dari lagu-lagu bernuansa dewasa yang belum seharusnya mereka dengar.

Jadi begitu dia caranya menurut saya. Intinya Tiktok haruslah banyak diisi dengan lagu-lagu anak, bukan justru lagu-lagu orang dewasa yang tidak relevan dengan usia mereka.