Selasa, 28 Agustus 2018

Tuhan tak tidur, hakim yang memvonis Meiliana terjaring OTT KPK

Beberapa waktu terakhir ini sepertinya keadilan semakin terkoyak-koyak. Mirisnya, mereka yang mengoyak justru mereka yang dipercayakan sebagai penegak keadilan tersebut.

Adalah Meiliana, seorang ibu yang harus merasakan dinginnya mendekam dipenjara karena ketidakadilan dan ketidakbijaksanaan hakim yang mengadilinya. Ia harus menerima ketika palu diketuk dan hukuman 18 bulan dijatuhkan.



Menyedihkannya adalah ketika apa yang ia lakukan justru sebenarnya sama sekali bukan sesuatu yang melanggar hukum. Apa yang salah dengan meminta mengecilkan suara toa Masjid?

Lagipula dia pun tak meminta! Dia hanya bertanya pada seseorang, 'kok suaranya sekarang agak besar ya?' Lalu seseorang itu menceritakan kepada seseorang dan kepada seseorang dan kepada seseorang, begitu seterusnya hingga akhirnya memancing kemarahan besar orang-orang yang dengan gampangnya terprovokasi.

Singkat cerita, ketidakadilan itu menimpa beliau.

Tapi Tuhan tidak tidur.

Ditengah tanda tanya dan kekecewaan atas apa yang terjadi, Tuhan ternyata bekerja. Tuhan tidak diam. Dalam keheningan Dia melakukan sesuatu. Sesuatu yang hebat, sesuatu yang bahkan tak terpikirkan oleh kita semua.

Hanya sepekan berselang setelah Meiliana divonis, hakim yang memvonis beliau langsung tertangkap tangan oleh KPK terkait kasus korupsi.



Tak main-main, dia tertangkap tangan dengan sejumlah uang dalam pecahan dolar Singapura. Bersama beberapa rekannya yang lain, kini ia diperiksa oleh KPK.

Orang yang memvonis Meiliana bersalah, ternyata orang yang tak bermoral, orang yang gila akan harta dunia. Saya jadi curiga, jangan-jangan vonis yang ditujukan kepada Meiliana bukan hanya semata karena tekanan massa, tapi juga karena ada menerima uang. Bisa jadi?

Entahlah. Tapi intinya, ketika mereka berbondong-bondong menyudutkan Meiliana sebagai orang yang bersalah, orang yang telah menista agama, Tuhan justru menunjukkan siapa yang bermasalah, siapa penista agama sebenarnya.

Sekali lagi saya ingin katakan, Tuhan tidak tidur. Tuhan selalu bekerja membela mereka yang tertindas oleh ketidakadilan oleh sekelompok orang yang begitu jahat dan keji, yang selalu mengatasnamakan Tuhan padahal tidak mengenal Tuhan.

0 komentar:

Posting Komentar