Minggu, 17 Februari 2019

Curhatan masyarakat mengenai caleg yang ingkar janji

Beberapa waktu lalu ketika saya sosialisasi bertemu masyarakat, saya mendengarkan sedikit banyak keluh kesah dari salah seorang ibu mengenai caleg yang mudah sekali ingkar janji, dimana banyak sekali diantara mereka yang manis didepan, tapi ternyata pahit setelah dibelakang. 


Ilustrasi yang menggambarkan seorang caleg gampang ingkar janji. Sumber: Kaskus


Kepada saya, ibu tersebut menceritakan bagaimana awal mulanya ketika dulu masa kampanye, dimana temannya si caleg ini awalnya begitu baik padanya, dan bahkan berjanji akan memberikan motor kepadanya apabila kelak terpilih. Namun ternyata setelah duduk, beliau berubah sikap, tidak seramah ketika masa pemilihan, dan janjinya memberi motor pun ternyata tidak ditepati, hanya diberikan uang 5 juta rupiah, dan itupun memintanya susah sekali. Belum lagi ketika suatu kali beliau ada perlu dan hendak menghampiri kerumahnya, ibu itu sangat susah.

"Ceritanya kami mau minta bantuan sama dia, kami datang kerumahnya. Dia tau kita datang, ditengoknya dari CCTV. Disuruhnya bilang ke pembantunya bahwa dia gak dirumah, padahal mungkin dia lagi enak tu main hp di sofa. Terakhir dia capek nengok saya dan teman saya datang terus, akhirnya disambut juga. Itupun dikasih uangnya macam kami ni kayak ndak berharga. 2 lembar uang seratus ribu dikasihnya ke kami gitu aja. Apa salahnya dia kasih pakai amplop, tunjukkan bahwa dia memang menghargai kami. Merasa hina kali kami."

Jujur ketika mendengar itu saya sangat merasa sedih sekali dan miris. Bagaimana tidak, caleg yang dia katakan tersebut memasang atributnya dibeberapa sudut jalan, bahkan dalam ukuran yang sangat besar, dimana ia mencitrakan dirinya betul-betul perduli pada masyarakat, tapi kenyataannya ternyata seperti ini.

Ibu tadi menceritakan ini pun sambil mengatakan kepada saya, "Makanya andre kamu nanti kalau sudah duduk saya mohonlah betul-betul menepati apa yang sudah kamu janjikan kepada masyarakat. Jangan hanya manis-manis ketika dimasa pemilu saja, tapi begitu duduk nomor HP-nya pun tak bisa kita telpon. Saya doakan kamu betul-betul bisa berhasil duduk, dan bisa mewujudkan apa yang sudah kamu katakan. Kalau kamu konsisten, saya yakin kamu bisa lebih berhasil lagi kedepannya."

Saya mengamini itu sebagai bentuk masukan dan koreksi, serta doa yang sangat luar biasa untuk saya bisa kelak mempersiapkan diri agar betul-betul melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

Diakhir obrolan, saya mengucapkan terimakasih kepada ibu itu karena sudah mau memberikan dukungan moral kepada saya, menasehati saya dan bahkan ia berjanji akan menemani saya untuk juga melakukan sosialisasi ke beberapa tempat yang ia banyak kenal orang disana.

Saya betul-betul bahagia dan kembali mengucapkan terimakasih. Harapan saya, semoga kelak saya bisa diberi kesempatan, sehingga bisa membuktikan bahwa saya betul-betul bersungguh-sungguh ingin melakukan sesuatu yang baik lewat jalur politik kepada masyarakat khususnya masyarakat Pekanbaru. Bukan sekedar ucapan manis diawal, tapi juga betul-betul tindakan nyata.

Bdw, saya sudah wujudkan salah satu janji saya lho, yaitu mengupayakan perbaikan jalan. Selengkapnya buka di IG saya ya @andrepunkgabean.

0 komentar:

Posting Komentar