Kamis, 07 Februari 2019

Mengapa saya begitu ngotot menyuarakan perbaikan fasilitas umum?

Beberapa waktu terakhir ini, saya sangat menyoroti yang namanya perbaikan fasilitas umum, khususnya jembatan penyebrangan dan jalan raya. Saya kerap kali menghubungi langsung pihak yang terkait terhadap masalah jalan agar sekiranya bisa langsung diperbaiki. Saya betul-betul mengupayakan dengan semaksimal mungkin bagaimana caranya agar fasilitas umum yang tampaknya kurang layak digunakan bisa segera diperbaiki.

Bagian jalan rusak didepan Telkom Jl. Sudirman yang sudah banyak memakan korban

Mungkin teman-teman akan bertanya, mengapa saya begitu getol untuk memperbaiki fasilitas umum khususnya jalan dan jembatan penyebrangan?

Jawabnya adalah karena kedua fasilitas umum ini sangat membantu masyarakat sehari-hari, dan apabila bermasalah maka akan sangat mengancam keselamatan masyarakat.

Tahukah teman-teman, beberapa waktu yang lalu ada jembatan penyebrangan yang bermasalah di Jalan Sudirman, tepatnya didekat Pasar Dupa. Jembatan ini sudah sangat kropos dan atapnya juga sudah berlepasan, bahkan pegangan tangan di tangga juga sudah lepas. Sekian lama dibiarkan begitu saja, jembatan ini pada akhirnya menelan korban, dimana seorang pria harus kehilangan nyawa akibat jatuh dari jembatan tersebut.

Begitupula di jalan Durian. Beberapa waktu lalu ada bagian pinggir jalan yang berlobang. Sekian lama dibiarkan begitu saja, jalan ini akhirnya harus menelan korban dimana lagi-lagi seorang pria harus mengalami stroke setelah sehari sebelumnya  jatuh akibat jalan yang berlobang tersebut.

Belum selesai di Jalan Durian, berikutnya di depan Telkom Sudirman, seorang ibu harus meregang  nyawa setelah mengalami kecelakaan akibat bagian jalan yang rusak didepan Telkom Sudirman tersebut. Betapa hancurnya hati saya ketika mendengar bahwa ibu itu masih memiliki seorang anak. Anak yang tidak berdosa itu harus menjadi seorang anak piatu, akibat Pemerintah yang lalai menyediakan fasilitas umum yang layak bagi masyarakat.

Pada intinya, yang saya ingin katakan adalah apabila fasilitas umum bermasalah, yang menjadi korban selalu adalah masyrakat. Apabila jembatan penyebrangan rusak, yang menjadi korban selalu adalah masyarakat. Begitupula ketika jalan rusak, yang menjadi korban selalu adalah juga masyarakat.

Itulah kemudian mengapa saya begitu getol menyuarakan perbaikan fasilitas umum, khususnya jembatan dan jalan raya. Apalagi dalam situasi saat ini dimana saya berstatus sebagai seorang caleg, sudah sewajibnya saya menyuarakan itu.

BOHONG jika saya katakan "saya perduli masyarakat" sedangkan saya tidak mau menyuarakan sesuatu yang menjadi kepentingan masyarakat. Padahal itu adalah bagian dari aspirasi masyarakat."



0 komentar:

Posting Komentar