Jumat, 19 Oktober 2018

Program Rencana Kerja

PROGRAM RENCANA KERJA
CALON ANGGOTA DPRD PEKANBARU 2019-2024 
ANDRY ANDREAS PANGGABEAN



Halo, Bapak/Ibu, Kakak/Abang/Adik dan teman-teman semuanya.

Perkenalkan, saya Andry Andreas Panggabean, Calon DPRD Pekanbaru dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan Nomor Urut 4, Dapil I (Kec. Limapuluh, Pekanbaru Kota, Sukajadi).

Sebagai seorang Calon Anggota Legislatif (Caleg), sudah seharusnya saya mempunyai Program Rencana Kerja maupun ide-ide serta gagasan yang bermanfaat, edukatif, serta realistis untuk diwujudkan, sehingga dapat dipertanggungawabkan ketika nanti duduk di kursi Dewan sebagai Wakil Rakyat. Tentunya dengan tidak melupakan fungsi utama Dewan, yaitu Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan.

Pada intinya, sebenarnya yang ingin saya lakukan adalah menggunakan sebesar-besarnya dana Pemerintah untuk kepentingan masyarakat banyak dalam berbagai permasalahan dan isu yang banyak terjadi, khususnya saat ini. Dan juga menggunakan jabatan saya untuk memperjuangkan keadilan, khususnya bagi masyarakat menengah kebawah ataupun kalangan minoritas yang kerap kali mendapat penindasan.

Dan konsentrasi utama saya adalah mengenai fasilitas umum.

Saya menilai Pemerintah masih begitu lambat dalam menangani fasilitas umum yang rusak, seperti jalan berlobang, lampu jalan mati, jembatan penyebrangan kropos, dll. Padahal fasilitas umum ini kerap kali digunakan oleh masyarakat sehari-hari. Dengan rusaknya fasilitas umum tentunya berdampak negatif bagi masyarakat, bahkan cenderung membahayakan nyawa masyarakat. Karenanya apabila saya diberi kesempatan oleh masyarakat, fokus kerja pertama saya adalah mengupayakan semaksimal mungkin pembenahan fasilitas umum yang ada agar layak dan aman digunakan oleh masyarakat.

Setelah fasilitas umum, ada juga beberapa hal lain yang saya ingin lakukan apabila kelak mendapat kesempatan oleh masyarakat.

Na, berikut ini 4 poin beserta penjabaran singkat mengenai ide maupun gagasan yang akan saya lakukan ketika nantinya mendapatkan mandat menjadi wakil rakyat di DPRD.


1. Komitmen penuh untuk anti korupsi

a. Laporan gaji secara rutin, transparan, dan terbuka secara online lewat website pribadi

b. Pembuktian Terbalik untuk pembuktian bahwa harta kekayaan sesuai dengan pendapatan

c. Menolak Kunjungan Kerja ke Luar Negeri serta Perjalanan Dinas Fiktif


2. Mempererat persatuan serta memperjuangkan isu-isu intoleransi (apabila ada ditemukan)

a. Membela hak anak-anak sekolah yang tidak mendapat fasilitas untuk belajar agama

b. Menindaklanjuti pelayanan publik yang buruk terhadap kaum (yang dianggap) minoritas

c. Penghambatan pembangunan suatu Rumah Ibadah

d. Advokasi Hukum/Pendampingan kepada masyarakat khususnya kalangan kurang mampu yang terjerat kasus-kasus diskriminasi SARA di Media Sosial dalam menghadapi hukum dan tekanan kelompok intoleran serta pemberitaan media yang kerap kali tidak berimbang

e. Memperkuat rasa kebersamaan antar umat beragama dengan Kegiatan Sosial Lintas Agama. Misal: Bazaar Beras Murah untuk warga Muslim di Hari Raya Idul Fitri diadakan dilingkungan Gereja, dan sebaliknya, Bazar Beras Murah untuk warga Kristiani ketika Hari Raya Natal diadakan di lingkungan Masjid


3. Perduli akan segala hal serta isu mengenai generasi muda

a. Memberikan perhatian terkait berbagai isu anak muda masa kini, lewat kegiatan diskusi/seminar pembahasan isu anak muda, sedikitnya 2 kali dalam setahun (cyber-bullying, rasisme, rivalitas antar sekolah, nasionalisme, seks bebas, fenomena berkirim foto vulgar, berkendara ugal-ugalan, dll)

b. Mewadahi minat dan bakat anak-anak muda masa kini lewat event tahunan baik skala besar maupun skala kecil (Festival Band, Ajang Nyanyi Solo, Lomba Cover lagu, Lomba Acapella, Turnamen Mobile Legend,dll)

c. Pembekalan generasi muda akan sill non-akademis dan soft-skill masa kini (photo editing, video editing)

d. Memberikan Dana Apresiasi bagi siswa-siswi yang berprestasi secara Kompetisi baik dalam bidang Akademis, Olahraga, serta Seni

e. Mengupayakan beasiswa untuk siswa-siswi berprestasi dari keluarga yang kurang mampu


4. Memperjuangkan beberapa keluhan dan aspirasi yang saya dengarkan langsung dari hasil blusukan menjumpai masyarakat

a. Keluhan masyarakat terkait fasilitas umum seperti jalan yang berlobang, lampu jalan mati, atau halte busway dan jembatan penyebrangan yang rusak, namun penanganannya lambat. Padahal sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari

b. Keluhan pedagang di Ruang Terbuka Hijau terkait anak-anak muda yang suka berbuat mesum disana, yang kerap kali membuat orang jadi enggan datang berkunjung sehingga berdampak pada pendapatan mereka

c. Pengaduan petugas parkir terkait pengelolaan parkir saat ini yang kerap kali tidak berpihak kepada mereka, yang kerap bertindak semena-mena. Ditambah pengelolaan parkir yang menurut mereka terlalu komersil tanpa memikirkan ketertiban umum dan kesejahteraan petugas parkir itu sendiri

d. Memperjuangkan aspirasi para petugas kebersihan mengenai gaji yang kerap kali terlambat dan Uang Terimakasih sebesar 450 ribu yang dulu pernah ada di kepemimpinan sebelumnya

e. Mengupayakan fasilitas penerangan dan pengamanan di beberapa titik yang kerap kali rawan kasus pencopetan terhadap para pegawai, khususnya karyawati yang pulang bekerja pada malam hari

f. Kunjungan reses setiap tahun sebagai upaya menjaring aspirasi dan keluhan masyarakat serta membangun hubungan silaturahmi antara saya dan masyarakat


Itulah sedikitnya 4 poin berikut penjabarannya yang menjadi Rencana Program Kerja saya apabila nantinya mendapatkan mandat dari masyarakat.

Saya berharap jika teman-teman merasa apa yang saya sampaikan ini baik dan realistis, sekiranya agar membantu dan mendukung saya. Bisa dengan mendukung saya di hari Pemilihan, bisa juga dengan cara mempromosikan saya di komunitas sosial maupun grup-grup WA.

Barangkali apabila ada pertanyaan atau apapun yang ingin disampaikan, saya siap untuk menjelaskan. Bahkan saya siap untuk diajak bertemu dan secara langsung bertatap muka. Saya akan sangat senang sekali.

Terakhir, saya ucapkan terimakasih kepada Bapak/Ibu, Kakak/Abang/Adik dan teman-teman semuanya yang telah meluangkan waktunya membaca tulisan saya ini.

Semoga baik saya atau siapapun yang nanti terpilih, bisa mewujudkan Pekanbaru yang jauh lebih baik dari hari ini. Amin.

Hormat saya, Andre Panggabean.

Facebook : http://www.facebook.com/AndryAndreas.Panggabean
Instagram : @andrepunkgabean
WA : 0823 26 123 123

Rabu, 05 September 2018

Beberapa hal menarik dari tayangan Mata Najwa "Gara-gara Tagar"

Jadi ceritanya saya tadi baru saja menyaksikan tayangan Mata Najwa yang topiknya "Gara-gara Tagar", dimana dalam acara itu diundang para politisi dan seorang ahli.


Dari pihak pro Jokowi ada Adian Napitupulu dan Mochtar Ngabalin, sedangkan dari pihak Pro #2019GANTIPRESIDEN ada Mardani Ali Sera dan Andre Rosiade. Selebihnya, Najwa mengundang dua orang lagi, satu dari Kepolisian dan satu lagi seorang Ahli (saya lupa namanya).

Ada beberapa hal menarik yang saya lihat dalam acara yang berlangsung sekitar 1 jam lebih tersebut. Berikut beberapa diantaranya.


1. Adian Napitupulu terlalu sering meng-intervensi lawan ketika berbicara


Jangan salah sangka, saya bukan pro #2019GANTIPRESIDEN, karena saya sendiri jelas mendukung Jokowi 2 priode. Tapi menurut saya dalam acara tersebut, pihak Jokowi khususnya Adian Napitupulu terlalu banyak mengintervensi lawan dalam berbicara, bahkan jauh lebih banyak daripada lawannya.

Bagaimanapun ini sangat disayangkan, seharusnya beliau benar-benar menghargai kesempatan berbicara yang diberikan kepada lawan bicaranya dan tak menyela begitu saja, apalagi dalam jumlah yang menurut saya sangat dominan sekali.


2. Ngabalin kerap kali menyelipkan humor disela-sela argumentasinya



Saya tidak bisa menahan tawa spontan ketika Ngabalin berkata "kok situ yang kebakaran jenggot, padahal jenggot situ ga lebih panjang dari punya saya". Juga sangat lucu sekali nada bicaranya ketika dia bilang "nanti kalian bilang polisi pro pemerintah", dan beberapa tingkahnya mengajak tos (high five) Adian dan Polisi yang juga diundang disana.

Nampaknya, Ngabalin ingin perbincangan ini tetap bisa mencair dibalik ketegangan antar kedua kubu dalam berargumentasi.


3. Inkonsistensi Mardani terkait persetujuan untuk mengganti sistem oleh pihak HTI



Saya sejujurnya malas melihat orang ini ketika berbicara, karena terkesan seperti sesak dan agak melambay. Tapi ada satu hal yang sangat menyita perhatian saya, yaitu kala ia berkelit terkait dukungannya atas pernyataan Eks Jubir HTI yang mengatakan "ganti sistem".

Dalam sebuah video pendek, nampak ia berdiri bersama seorang eks Jubir HTI. Disitu dia berkata "2019 GANTI PRESIDEN", lalu disambung oleh Eks Jubir HTI "GANTI SISTEM!". Dia sama sekali tidak menolak pernyataan tersebut di video itu. Tapi ketika di acara Mata Najwa dia mengatakan tidak setuju akan hal itu. Benar-benar tidak konsisten.


4. Andre Rosiade mengatakan tidak pernah melihat Neno Warisman bicara soal perang badar dan perang uhud



Ketika Ngabalin mengatakan bahwa pernyataan Neno Warisman mengenai Perang Badar dan Perang Uhud adalah bukti bahwa gerakan #2019GANTIPRESIDEN adalah gerakan yang sarat akan provokasi dan ujaran kebencian, Andre Rosiade justru mengatakan tidak pernah melihat video itu.

Sangat mengherankan bagi saya ketika seorang Andre Rosiade mengatakan tidak pernah melihat video tersebut, padahal sangat viral di media sosial. Lucunya lagi ketika dia mengatakan "kalau memang ada seperti itu laporkan saja", padahal nanti ujung-ujungnya bakal bilang polisi pro Pemerintah seperti yang diutarakan Ngabalin.


5. Kesabaran si Ahli Hukum menghadapi 'pemerkosaan pendapat' yang dilakukan Adian

Menurut saya Adian terlalu memelesetkan makna dari #2019GANTIPRESIDEN, dimana dia mengatakan Presiden adalah lembaga dan lembaga tidak bisa diganti. Padahal yang dimaksud disana adalah Presiden secara personal, yaitu Pak Jokowi sendiri yang jelas saat ini menjabat sebagai Presiden.

Mirisnya, ketika ia beradu argumen dengan si Ahli tadi, dia seolah memaksakan benar pandangan dan definisinya. Pun begitu, si Ahli Hukum tadi tetap berusaha untuk tenang dan tidak meledak-meledak. Saya jujur kagum melihat kesabarannya dalam menghadapi setiap tekanan dan intervensi ketika berbicara, terlebih juga saya kagum kepada usahanya yang berusaha untuk tetap berada dalam posisi yang netral tanpa melihat salah satu kubu.


6. Mardani Ali langsung disanggah Pak Polisi terkait harga telur 11 ribu

Lucu sekali ketika Mardani Ali mengungkapkan bahwa harapan ibu-ibu harga telur bisa diangka 11 ribu rupiah, lalu disanggah oleh Pak Polisi dengan mengatakan bahwa jika harganya demikian maka para petani akan bangkrut. Menurut saya ini sangat memalukan bagi Mardani Ali sendiri.

Disitu bisa terlihat betapa Mardani Ali hanya sekedar menjual janji-janji dan harapan kosong tanpa mengukur apakah itu realistis untuk diwujudkan atau tidak. Harusnya ia benar-benar berhati-hat untuk setiap pernyataannya, terutama didalam sebuah talkshow seperti ini.

Rabu, 29 Agustus 2018

Buat setiap pengguna ojek online, tolong hargai para driver

Jadi ceritanya saya tadi ada sedikit waktu luang, saya hidupkan akun Gojek saya. Tiba-tiba orderan langsung masuk. Saya pun langsung bergegas menuju rumah si calon penumpang.

Ditengah perjalanan saya menuju kediaman penumpang, saya menelpon kembali beliau karena kebingungan dengan nama jalan rumahnya, dan bermaksud meminta petunjuk agar mempermudah saya.

Tapi apa yang terjadi? Si penumpang tadi langsung nyerocos luar biasa dengan nada yang agak meninggi.

Tanpa pikir panjang, saya langsung katakan "bu, mohon maaf sepertinya ibu cari driver yang lain saja ya", lalu saya tutup telpon dan saya batalkan orderannya.

Jujur saya agak merasa tidak tega juga melakukan itu, tapi menurut saya itu perlu, agar lain kali beliau bisa lebih menghargai para driver ojek online.



Tidak sedikit saya menemukan banyak kasus dimana para konsumen Ojek Online kurang menghargai driver. Itu bisa terlihat entah dari nada bicara, maupun ekspresi muka.

Karenanya saya ingin tegaskan, siapapun anda yang menggunakan jasa ojek online, entah itu Gojek atau Grab atau apapun itu, tolong hargai driver. Jangan pernah anggap remeh. Ojek online bukan pekerjaan yang hina, sehingga anda tidak layak merendahkannya. Dan kenyataannya pekerjaan ojol ini sangat membantu banyak orang.

Bicara soal ekonomi, banyak juga driver Ojek Online yang sebenarnya mungkin lebih kaya daripada anda. Hanya mereka tetap mau join Ojek Online dengan alasan-alasan tertentu, misalnya sekedar nambah-nambah atau bahkan sekedar iseng-iseng. Tapi yang pasti bukan karena mereka terdesak tidak bisa makan.

Tapi kalaupun ada driver yang memang ekonominya menengah kebawah, tetapn saja anda tidak boleh rendahkan ataupun lecehkan. Jangan coba sekali-sekali lakukan.

Jika anda manusia yang masih punya hati nurani, hargailah setiap driver Ojek Online, perlakukan mereka secara manusiawi.

Selasa, 28 Agustus 2018

Tuhan tak tidur, hakim yang memvonis Meiliana terjaring OTT KPK

Beberapa waktu terakhir ini sepertinya keadilan semakin terkoyak-koyak. Mirisnya, mereka yang mengoyak justru mereka yang dipercayakan sebagai penegak keadilan tersebut.

Adalah Meiliana, seorang ibu yang harus merasakan dinginnya mendekam dipenjara karena ketidakadilan dan ketidakbijaksanaan hakim yang mengadilinya. Ia harus menerima ketika palu diketuk dan hukuman 18 bulan dijatuhkan.



Menyedihkannya adalah ketika apa yang ia lakukan justru sebenarnya sama sekali bukan sesuatu yang melanggar hukum. Apa yang salah dengan meminta mengecilkan suara toa Masjid?

Lagipula dia pun tak meminta! Dia hanya bertanya pada seseorang, 'kok suaranya sekarang agak besar ya?' Lalu seseorang itu menceritakan kepada seseorang dan kepada seseorang dan kepada seseorang, begitu seterusnya hingga akhirnya memancing kemarahan besar orang-orang yang dengan gampangnya terprovokasi.

Singkat cerita, ketidakadilan itu menimpa beliau.

Tapi Tuhan tidak tidur.

Ditengah tanda tanya dan kekecewaan atas apa yang terjadi, Tuhan ternyata bekerja. Tuhan tidak diam. Dalam keheningan Dia melakukan sesuatu. Sesuatu yang hebat, sesuatu yang bahkan tak terpikirkan oleh kita semua.

Hanya sepekan berselang setelah Meiliana divonis, hakim yang memvonis beliau langsung tertangkap tangan oleh KPK terkait kasus korupsi.



Tak main-main, dia tertangkap tangan dengan sejumlah uang dalam pecahan dolar Singapura. Bersama beberapa rekannya yang lain, kini ia diperiksa oleh KPK.

Orang yang memvonis Meiliana bersalah, ternyata orang yang tak bermoral, orang yang gila akan harta dunia. Saya jadi curiga, jangan-jangan vonis yang ditujukan kepada Meiliana bukan hanya semata karena tekanan massa, tapi juga karena ada menerima uang. Bisa jadi?

Entahlah. Tapi intinya, ketika mereka berbondong-bondong menyudutkan Meiliana sebagai orang yang bersalah, orang yang telah menista agama, Tuhan justru menunjukkan siapa yang bermasalah, siapa penista agama sebenarnya.

Sekali lagi saya ingin katakan, Tuhan tidak tidur. Tuhan selalu bekerja membela mereka yang tertindas oleh ketidakadilan oleh sekelompok orang yang begitu jahat dan keji, yang selalu mengatasnamakan Tuhan padahal tidak mengenal Tuhan.

Terkait lagu Indonesia Raya, menurut saya Alffy Rev itu salah, tapi ga perlu sampe dipenjara

Jadi ceritanya dunia online lagi ribut dengan salah satu video cover dari seorang musisi yang sangat berbakat bernama Alffy Rev, dimana ia mengaransemen ulang lagu Indonesia Raya yang kemudian menuai pro dan kontra.




Saya pikir langsung saja pada apa yang ingin saya sampaikan.'


Apakah Alffy Rev salah?

Menurut saya, apa yang dilakukan Alffy Rev itu bisa dikatakan salah, baik secara etika maupun secara hukum.

Secara etika, tidak baik mengaransemen ulang lagu Kebangsaan yang jelas mengandung nilai kesakralan dan marwah serta kebesaran bangsa. Dan secara hukum, jelas tertera bahwasanya Indonesia Raya harus dibawakan sesuai dengan aransemen dan gubahan yang sudah diatur.

Jadi, dalam hal ini jelas bahwa Alffy salah.


Lantas, perlukah dipenjara?

Ya ga perlu dong.

Gila aja lu, Alffy itu walaupun menurut saya salah atau mungkin kurang tepat, tapi dia adalah musisi muda yang memiliki jiwa nasionalisme yang sangat tinggi. Sangat jarang ada pemuda yang memiliki jiwa nasionalisme sebaik dia, apalagi di era saat ini. Janganlah karena sedikit kesalahan kecil lantas kita menghukum orang begitu saja. Itu sama saja kita mematikan karakter beliau.

Lagipula jangan lupa, kita ini mengusung nilai Pancasila ke 2, yaitu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Lantas, apakah kita pantas dikatakan Beradab ketika kita ingin sekali memenjarakan seorang anak muda yang sangat nasionalis hanya karena satu kesalahan kecil? Saya pikir tidak tepat.

Dan jangan lupa juga, kita juga menganut nilai Pancasila ke 4, yaitu Permusyawaratan Yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusawaratan perwakilan. Artinya segala sesuatu dimusyawarahkan dan dibicarakan baik-baik dulu secara kekeluargaan. Jangan apa-apa langsung masuk ke ranah hukum, itu namanya kita tidak memiliki nurani.


Jadi ga perlu kena sanksi dong?

Tetep ada sanksi, tapi sanksinya begini.

Menurut saya, pertama dia harus membuat pernyataan permohonan maaf atas ini. Dan itu memang sudah dilakukan.

Lalu yang kedua, dia harus menarik videonya dan menggantinya dengan yang baru.

Mungkin teman-teman akan berpikir bahwa saya sama sekali tidak menghargai sedikitpun jerih payahnya membuat video dan aransemen video tersebut.

Tidak, saya sangat menghargai. Namun ada satu bagian dari aransemen tersebut yang menurut saya sangat fatal sekali, yaitu di menit ke 2:10 sampai ke 2:57. Silahkan didengarkan.


Intinya, Alffy Rev salah, dan dia sudah meminta maaf. Tapi tidak perlu dihukum penjara, cukup menarik kembali videonya dan membuat yang baru dengan aransemen baru yang lebih cocok dengan lagu nasional, khususnya dalam hal ini lagu Kebangsaan.

Minggu, 19 Agustus 2018

Masih ada juga yang mencibir Jokowi di Opening Asian Games, Jokowi emang selalu salah!

Jadi ceritanya kemaren itu diadakan Pembukaan Asian Games, dimana saat itu ditampilkan sebuah video yang memperlihatkan Pak Presiden Jokowi dengan gaya dan aksinya.



Hampir setiap orang berdecak kagum melihat video itu. Bahkan pujian dari luar negeri pun datang bertubi-tubi. Semuanya memuji dan menunjukkan kekagumannya pada Pak Presiden Jokowi.

Tapi, dibalik kemeriahan dan puji-pujian serta rasa kekaguman tersebut, masih ada saja suara-suara miring yang mengomentari Pak Presiden.

Dan hal ini terbukti dengan tidak sedikitnya hujatan-hujatan kepada Pak Presiden.

Tahukah siapa yang menghujat?

Siapa lagi kalau bukan kaum pendukung sebelah.

Saya tak sengaja melihat video dari seorang Rocky Gerung di Youtube, dan melihat ada kurang lebih 1000 lebih komentar, dimana hampir semuanya berisi hujatan kepada Pak Presiden Jokowi.

Saya tidak habis pikir. Mengapa mereka tidak bisa melihat sedikit saja hal positif dari apa yang dilakukan oleh seorang Jokowi? Apakah mata hati mereka telah mati?

Padahal, apa yang dilakukan Jokowi menurut saya adalah hal yang sangat baik dan bahkan kreatif. Hasilnya pun kita bisa lihat, hampir semua orang baik dari dalam dan luar negeri mengungkapkan rasa kekagumannya kepada Pak Presiden. Tentunya secara otomatis ini juga mengharumkan nama bangsa di mata dunia.

Ah, sudahlah. Sepertinya tidak perlu capek-capek menjelaskan.

Kalau memang dasarnya sudah benci, apapun yang dilakukan tetap saja akan selalu salah.

Lagipula, di dunia ini akan selalu ada orang jahat. Jadi, jangan heran jika ada yang masih mau membenci orang-orang yang jelas baik.

Bagi mereka pokoknya semua salah Jokowi, pokoknya apapun yang dilakukan Jokowi semua salah.

Biarkanlah mereka begitu, namun kalau bagi saya dan orang-orang waras lainnya, Jokowi tetap masih yang terbaik.

Titik.

Senin, 06 Agustus 2018

Cara membuat Tiktok menjadi sedikit lebih bermanfaat bagi anak

Ada salah satu keputusan Kemkominfo yang dilakukan beberapa waktu yang lalu yang menurut saya kurang tepat, yaitu memblokir Tiktok.

Tiktok itu menurut saya adalah aplikasi yang pada dasarnya positif. Mengapa? Karena aplikasi ini sangat menghibur, dan juga sebenarnya melatih kita untuk lebih ekspresif walaupun hanya dengan bergaya lypsinc.



Terlebih bagi anak-anak, Tiktok bisa membuat mereka lebih berani dan terbuka untuk berekspresi, tentunya dalam hal yang positif.

Memang sih, bagaimanapun sebaiknya anak-anak jangan dulu bermain hal-hal sedemikian. Tetapi dizaman sekarang ini sepertinya sangat sulit untuk membendung keinginan mereka. Kecuali jika kita siap untuk bersikap tegas.

Nah, karena itu, menurut saya ada satu cara yang bisa kita lakukan untuk membuat Tiktok menjadi sedikit lebih berdampak positif bagi anak-anak yang memakainya, yaitu dengan menyediakan lagu-lagu anak didalamnya. Sehingga mereka bisa membuat video dengan lagu-lagu yang positif, dan sesuai dengan umur mereka.

Ada banyak lagu anak-anak yang baik dan bagus sebenarnya, yang saat ini sudah hampir tenggelam, yang bisa memberikan dampak positif jika digunakan anak-anak dalam aplikasi Tiktok. Contohnya seperti lagu-lagu masa kecil yang dinyanyikan penyanyi-penyanyi cilik terdahulu seperti Joshua, Sherina, dan lagu-lagu anak-anak yang mendidik lainnya.

Dalam hal ini saya pikir Kemkominfo perlu menghubungi pihak Tiktok untuk menyediakan konten lagu-lagu yang sesuai untuk anak-anak, sehingga bisa memberikan dampak yang lebih positif ketika mereka bermain Tiktok, atau minimal mengurangi dampak negatif dari lagu-lagu bernuansa dewasa yang belum seharusnya mereka dengar.

Jadi begitu dia caranya menurut saya. Intinya Tiktok haruslah banyak diisi dengan lagu-lagu anak, bukan justru lagu-lagu orang dewasa yang tidak relevan dengan usia mereka.

Selasa, 12 Juni 2018

Tidak cukup pendidikan formal, skill non-akademis juga penting untuk masa depan

Hampir setiap orang tua umumnya membekali anak-anak mereka dengan bekal akademis, berupa pendidikan SD, SMP, SMA, bahkan sampai gelar S3. Harapannya, pencapaian akademisnya itu kelak bisa dipakai untuk menyambut masa depannya.
Tapi tahukah teman-teman, tidak hanya bekal akademis, tapi juga skill non-akademis itu juga sangat perlu?

Ya, itu sangat perlu!


Saya pribadi sudah merasakannya. Berkat orang tua saya yang dulu memberikan les musik, saya memiliki salah satu bekal non-akademis yaitu keahlian bermain musik. Dan hari ini, skill manfaat dari skill musik tersebut sangat saya rasakan.

Karenanya saya menyadari betul, betapa sudah seharusnya setiap orang khususnya generasi muda dibekali dengan satu skill non-akademis. 

Tidak terbatas di bidang musik, tapi bisa juga hal lain apapun. Misalkan kemampuan menggambar, menulis, bahkan menjahit, memasak, dan menambal ban sekalipun!


Mengapa menjadi begitu penting?

Tentu alasannya bukan karena keahlian tersebut akan dijadikan masa depan utama atau sumber pencaharian utama kelak. Tentu saja tidak, walaupun memang hal tersebut bisa.

Tetapi lebih tepatnya, karena skill non-akademis bisa dipakai orang untuk mencari uang disaat-saat genting. 

Misalkan ketika saya diperantauan dan sedang krisis uang, kita bisa menggunakan skill musik bahkan skill menambal ban sekalipun untuk mencari uang.

Atau yang jauh lebih ekstrim lagi, ketika kita 'terdampar' disuatu wilayah yang tidak ada sanak keluarga sama sama sekali, skill non-akademis yang kita miliki bisa sangat bermanfaat untuk kita. Kita bisa bekerja serabutan untuk menghasilkan uang memenuhi kebutuhan sementara dari skill itu.

Karenanya, menurut saya sudah seharusnya setiap orang tua untuk mulai berpikir membekali anak-anaknya dengan skill non-akademis. Segera cari tahu bakat mereka apa, lalu berikan les ataupun pelatihan sesuai dengan bidang yang diminati. 

Jika mereka tertarik dibidang otomotif, berikan keahlian berbengkel. Jika mereka tertarik dibidang kuliner, berikan keahlian masak-memasak. Jika mereka tertarik dibidang seni, berikan keahlian memusik atau melukis. Begitu seterusnya.

Kamis, 07 Juni 2018

Tindakan Via Vallen bukan lebay, segala bentuk pelecehan seksual harus dilawan

Beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan mengenai pelecehan seksual oleh oknum pemain sepakbola yang dialamatkan kepada seorang penyanyi wanita yang sedang naik daun, bernama Via Vallen.

Berdasarkan keterangan Via Vallen, ada yang mengirimkan DM (direct message) kepada dirinya yang berisi kalimat pelecehan seksual. Merasa tidak terima, akhirnya Via Vallen men-screenshot DM tersebut dan mempublikasikannya.


Lucunya, ada yang mengatakan apa yang dilakukan oleh Via Vallen adalah berlebihan dan lebay.

Saya heran, kok masih bisa-bisanya ada yang kontra dan mengatakan itu lebay?

Kalaupun mungkin agak lebay dan sebenarnya sudah sesuatu hal yang biasa didalam dunia entertainment, menurut saya tetap saja harus ada tindakan perlawanan.

Karenanya, saya pikir apa yang dilakukan oleh Via Vallen itu sudah tepat. Sangat tepat! Hanya yang disayangkan, kenapa identitas pemain tersebut disamarkan keseluruhan.

Menurut saya, lebih baik agak dibuka sedikit, jangan disensor secara keseluruhan, jadi bisa ditebak siapa orangnya dan bisa diserang ramai-ramai oleh publik. Sehingga bisa menimbulkan efek jera.

Jadi, bukan dibuka semua, karena justru bisa dituntut secara hukum, karena menyebarkan isi chat dari orang lain kepublik adalah dilarang berdasarkan UU ITE.

Harapan saya, ini menjadi satu pelajaran bagi para perempuan lainnya agar jangan pernah takut melawan segala bentuk tindakan pelecehan seksual, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dan juga harapan saya, Mbak Via Vallen-nya sendiri mulai dari sekarang harus rajin menyuarakan kepada publik khususnya kaum Hawa agar jangan takut untuk melawan segala bentuk tindakan pelecehan seksual.

Karena apapun alasannya, segala bentuk pelecehan seksual harus dilawan!

Senin, 21 Mei 2018

Gaya pacaran anak muda jaman sekarang (jaman now), memilukan

Gaya  pacaran anak muda  jaman sekarang atau istilah kerennya itu jaman now, emangnya seperti apa sih?

Gambar berikut mungkin bisa sedikit banyak menjelaskan realita yang terjadi.



Tidak usah dijelaskan panjang lebar, gaya berpacaran anak muda jaman sekarang memang sudah sampai pada tahap yang memprihatinkan. Banyak hal-hal yang dilakukan yang sudah tidak lagi sesuai berdasarkan nilai-nilai norma, etika, budaya, bahkan  agama.

Hal ini tentunya harus disikapi dengan bijak.

Jika kamu yang membaca saat ini adalah muda-mudi khususnya usia remaja, maka saya ingin katakan sederhana namun tegas: JANGAN MAU MENGIKUTI GAYA-GAYA BERGAUL DAN BERPACARAN YANG TIDAK SEHAT TERSEBUT.

Jangan mau untuk mojok-mojok berduaan, jangan mau untuk berciuman, jangan mau untuk diajak mesum, dan yang tidak kalah penting jika kamu adalah perempuan maka saya ingin katakan jangan mau diminta berfoto vulgar, apalagi mengirimkannya. Sudah banyak terjadi hal demikian dan berujung penyesalan dan rasa malu karena fotonya disebar. Karenanya jangan sampai kamu jadi korban berikutnya.

Jika kamu yang membaca saat ini adalah orang dewasa baik itu pemuda maupun orang tua, maka sudah seharusnya kita berpikir tentang PENCEGAHAN DAN PENGURANGAN.

Disatu sisi, kita harus mencegah agar jangan sampai anak-anak kita maupun adik-adik kita terjerumus. Disisi lain kita juga harus berupaya bagaimana caranya memperbaiki maupun mengurangi gaya pacaran anak muda yang sudah tidak sehat ini, serta mencegah agar jangan semakin banyak anak-anak yang terjerumus.

Mari, bersama kita memerangi gaya bergaul dan berpacaran yang tidak sehat dikalangan anak muda.

Selasa, 01 Mei 2018

Komitmen Penuh Untuk Anti Korupsi

Banyak orang yang mengaku anti korupsi, tapi kenyataannya sangat sedikit sekali yang saat ini betul-betul berkomitmen nyata untuk menjadi seorang pejabat publik yang anti korupsi.

Lantas, apa tindakan nyata yang bisa saya tawarkan kepada masyarakat apabila nantinya terpilih menjadi anggota legislatif?

Jawabannya adalah transparansi/keterbukaan ke publik mengenai gaji serta harta kekayaan yang dimiliki.

  1. Laporan Gaji secara transparan dan terbuka secara online lewat blog/website

    Artinya setiap pendapatan saya menjadi anggota dewan akan saya publikasikan melalui website/blog saya. Sehingga masyarakat bisa mengukur apakah gaji saya sesuai dengan gaya hidup ataupun harta saya.

    Contoh sesuai: Gaji 10 juta, punya mobil Avanza
    Contoh tidak sesuai: Gaji 10 juta, punya mobil Alphard

    Apabila tidak sesuai, masyarakat bisa menduga kuat ada indikasi korupsi dan meminta KPK untuk mengusut langsung.
  2. Laporan harta kekayaan setiap akhir tahun untuk pembuktian bahwa harta kekayaan sesuai dengan pendapatan

    Jumlah harta saya yang terkumpul setiap tahun akan saya publikasikan agar masyarakat bisa melihat apakah jumlah kekayaan saya sesuai dengan gaji yang saya terima setiap bulan. Apabila tidak sesuai, masyarakat bisa menduga kuat ada indikasi korupsi dan meminta KPK untuk mengusut langsung.

    Contoh sesuai: Gaji 10 juta per bulan, total laporan kekayaan 72 juta.
    Contoh tidak sesuai: Gaji 10 juta per bulan, total laporan kekayaan 120 juta.

    Apabila tidak sesuai, masyarakat bisa menduga kuat ada indikasi korupsi dan meminta KPK untuk mengusut langsung.

Itulah tindakan nyata dari komitmen anti korupsi yang ingin saya terapkan apabila kelak diberi kesempatan untuk duduk di Jabatan Legislatif.

Apabila Bapak/Ibu/Kakak/Abang/Adik, berkenan, mohon kiranya untuk mendukung saya pada Pemilihan Legislatif pada tanggal 17 April Kelak.

Selasa, 17 April 2018

Perduli akan segala hal serta isu mengenai generasi muda

Saya sangat-sangat memperhatikan segala hal yang berkaitan dengan anak muda. Baik itu mengenai isu yang banyak terjadi dikalangan mereka, juga bahkan mengenai minat dan hobi mereka yang kekinian.

Karenanya, apabila saya kelak diberi kesempatan duduk sebagai anggota dewan, saya ingin mengupayakan hal-hal yang harapannya dapat mendukung anak-anak muda.

Misalkan mengenai banyaknya isu negatif yang kekinian dikalangan anak muda, saya ingin mengadakan semacam seminar ataupun talkshow yang bertujuan memberikan suatu pencerahaan kepada anak-anak muda agar lebih sadar terhadap suatu isu, sehingga diharapkan dapat menjadi langkah preventif/pencegahan agar jangan sampai terjerat dalam isu tersebut.

Juga dalam hal minat dan hobi, saya melihat untuk saat ini anak-anak muda sangat hobi bermain games seperti Mobile Legend, PUBG, dll. Saya kira ini positif sepanjang tidak berlebihan, karenanya saya akan mendukung penuh hobi-hobi semacam ini dengan cara memberikan bantuan dana sponsor untuk setiap ada turnamen dari game-game ini.

Dan tak lupa, saya ingin sekali mengadakan juga training singkat untuk soft-skill yang berguna di era media sosial saat ini, yaitu photo-editing dan video-editing. Bagi siapapun siswa/siswi yang berminat, bisa nantinya mengikuti ini.

Pada intinya, saya ingin menunjukkan bahwasanya saya sungguh-sungguh mendukung dan mensupport anak muda untuk maju menjadi lebih baik lagi.

Harapan saya, apabila saya kelak diberi mandat, saya akan manfaatkan mandat itu sungguh-sungguh untuk mendukung kegiatan anak muda.

Jumat, 26 Januari 2018

Seberapa beranikah saya mengutarakan hal yang (menurut saya) benar?

Beberapa waktu terakhir ini saya benar-benar sedang dilema yang mungkin bisa dikatakan cukup berat. Atau mungkin saya yang terlalu berlebihan?

Jadi ceritanya begini, saya sedang berpikir untuk mulai berani mengemukakan setiap pendapat, ide dan pandanganku lewat video yang nantinya dibagikan di dunia maya, khususnya di Youtube. Jadi setiap kali ada sesuatu hal dikepalaku, aku akan curahkan lewat video.

Pemikiran ini mulai terpikirkan ketika melihat betapa semakin banyaknya orang yang melakukan hal yang sama. Ya, jika kamu lihat, di internet sebenarnya sudah banyak orang melakukan hal yang saya ingin lakukan. Hanya yang disayangkan, menurut saya kebanyakan diantara mereka membahas topik-topik yang kurang penting.

Memangnya, topik yang pengen loe bahas apa sih ndre?

Sebenarnya saya juga tidak akan terpaku pada satu topik pembahasan, hanya memang ada satu atau dua topik yang ingin saya fokuskan, yaitu politik dan sosial.

Dalam hal politik, Saya sudah cukup lelah dengan banyaknya para politisi yang dengan seenaknya mengeluarkan statement dipublik yang mana isinya 'nyeleneh'. Tidak terbatas pada statement, tapi juga tindakan.

Dan itu membuat saya berpikir untuk mulai menyuarakan pendapat saya, yang memang menurut saya benar. Misalkan tentang betapa masyarakat harus sadar tentang betapa jahatnya orang-orang yang membodohi rakyat memakai agama demi kepentingan politiknya.

Juga dalam hal sosial, banyak juga yang ingin saya utarakan. Misalkan tentang bagaimana orang-orang harus menyikapi suatu perbedaan pandangan politik, dimana pada intinya jangan sampai kita terpecah belah walau memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda.

Dan juga, yang tidak kalah penting, mengenai fanatisme dan radikalisme!

Ya, saya dengan segenap tenaga dan kekuatan yang saya miliki, ingin sekali melawan segala bentuk radikalisme dan fanatisme.

Contohnya, mengenai kasus Joshua. Saya ingin mengutarakan betapa saya agak kecewa dengan orang-orang yang kontra dan menuntut beliau untuk diproses secara hukum dengan alasan 'demi keadilan hukum'. Tapi kalaupun dia harus diproses dan ditahan, menurut saya DEMI KEADILAN HUKUM ada orang yang harusnya lebih dulu diproses, yaitu inisial RS dan AS.

Nah, inilah sebenarnya yang menjadi satu dilema bagi saya. Seberapa siapkah saya? Seberapa kuatkah mental saya?

Ini benar-benar menjadi satu hal yang boleh dikatakan cukup mengguncang mental saya, mengingat resiko yang saya hadapi bukan main-main. Yang akan saya hadapi adalah sekelompok orang-orang yang berpikir pendek dan tak segan-segan menganiaya bahkan membunuh.

Siapkah saya?

Saya pastikan dalam waktu yang sangat dekat ini, saya akan siap!

Jumat, 12 Januari 2018

Haram ucapkan selamat Natal? Haram ndak sih?

Haram mengucapkan selamat Natal merupakan isu yang selalu bergaung sekali setahun, tepatnya ketika memasuki momentum Natal. Ketika mulai memasuki bulan Desember, biasanya isu ini akan mulai digaungkan. Baik melalui medos maupun melalui baliho.



Saya pribadi jujurnya menyesalkan mengapa isu seperti ini harus ada. Saya pikir, apa yang salah dengan mengucapkan selamat? Bukankah itu sesuatu yang wajar sebagai bentuk penghargaan kepada umat beragama lain?

Hanya saja, setelah saya pikir lagi, bagaimanapun juga saya harus menghargai apabila memang itu merupakan ketentuan mutlak dari agama tersebut. 

Namun ada hal yang lucu. Mereka-mereka yang menggaungkan isu ini, umumnya merupaka para penganut Presiden Turki, yaitu Erdogan. Dibeberapa  kesempatan, mereka selalu menunjukkan rasa  kekagumannya kepada Erdogan. Baik secara lisan maupun melalui medsos.

Nah yang lucu adalah disaat mereka sibuk menggaungkan 'haram mengucapkan selamat natal', justru Erdogan dengan santainya mengeluarkan ucapan selamat Natal kepada umat Kristen Turki dan dunia.


Nah lho...

Saya jadi bingung, sebenarnya yang bener itu yang mana? Haram atau enggak sih? Seriusan saya nanya, bukan apa-apa, cuma pengen tahu aja. Haram atau endak?

Kalo katanya haram, kok justru Presiden Erdogan mengucapkan? 

Mana satu yang benar? Ada yang bisa menjelaskan?

Rabu, 10 Januari 2018

Memperjuangkan beberapa keluhan dan aspirasi yang saya dengarkan langsung dari hasil blusukan menjumpai masyarakat

Beberapa waktu terakhir ini saya mencoba untuk blusukan mengunjungi masyarakat disekitar. Mulai dari masyarakat biasa bahkan sampai petugas parkir hingga petugas sapu jalan. Saya mendengar banyak sekali aspirasi maupun curahan hati mereka yang ingin disuarakan dan diperjuangkan.

Misalnya mengenai fasilitas umum. Banyak sekali masyarakat yang mengeluhkan mengenai lambatnya penanganan fasilitas umum yang bermasalah. Pemerintah dinilai kurang responsif dalam menangani fasilitas umum yang rusak. Bahkan sampai memakan korban dulu baru kemudian diperbaiki.

Juga ada pengaduan dari petugas parkir mengenai pihak ke 3 yang kerap kali sewenang-wenang terhadap mereka. Misalnya menaikkan tarif terlalu tinggi, dan juga sering kali tidak ada toleransi dengan berbagai macam kondisi. Misalkan hari sedang hujan, hari libur, dsj. Sehingga kerap kali hanya menguntungkan pihak ke 3 tadi, tanpa memperdulikan nasib para petugas parkir yang berada dibawah naungannya.

Begitupun ketika saya ngobrol dengan beberapa petugas taman dan petugas sapu jalan. Ada keluhan yang mereka sampaikan terkait lambatnya pencairan gaji mereka. Mereka kerap kali terlambat menerima gaji, sehingga akhirnya tak jarang mereka terpaksa harus berhutang dulu kepada tetangga untuk menutupi biaya sehari-hari, sebelum nanti gaji datang.

Intinya, ada banyak sekali aspirasi masyarakat yang sebenarnya sangat sederhana, tapi tidak tersampaikan kepada Pemerintah khususnya Pemko Pekanbaru.

Karenanya ini menjadi satu tanggung jawab bagi saya untuk menyuarakannya apabila kelak diberi kesempatan oleh masyarakat untuk bisa menindaklanjuti setiap keluhan ini.



Mempererat persatuan serta memperjuangkan isu-isu intoleransi

Dalam beberapa waktu belakangan ini, isu intoleransi menjadi salah satu isu yang sangat kuat di masyarakat. Strategi beberapa kelompok elite politisi yang memilih bermain di isu sara menjadi penyebab menguatnya permasalahan intoleransi ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lalu, apa solusi yang bisa saya tawarkan untuk itu apabila saya diberi kesempatan menjadi pejabat publik?

Jawabannya adalah "Program Sosial Lintas Agama".

Apa itu Program Sosial Lintas Agama?

Program Sosial Lintas Agama adalah program dimana saya mengupayakan kegiatan sosial yang mengajak masyarakat lintas agama untuk saling berinteraksi di momentum-momentum Keagamaan.

Misalnya, ketika Hari Raya Maulid Nabi diadakan Bazaar Beras Murah untuk umat Islam yang membutuhkan, namun diadakan di Gereja dan jemaat serta majelis Gereja menjadi panitianya. 

Begitu juga sebaliknya, ketika Hari Raya Natal diadakan Bazaar Beras Murah untuk jemaat Kristiani yang membutuhkan, namun diadakan di Masjid dan majelis serta jemaah Masjid tersebut menjadi panitianya.

Dengan begitu, bukan hanya membantu masyarakat secara ekonomi untuk dapat membeli beras, tetapi ada yang lebih penting disana, yaitu membangun hubungan sosial/silaturahmi antar umat beragama. Sehingga harapannya, dapat memperkuat rasa kebersamaan dan persaudaraan dalam keberagaman Agama.

Dengan semakin kuatnya rasa kebersamaan antar umat beragama, diharapkan bisa meredam segala bentuk isu-isul intoleransi yang selama ini kian marak.

Jadi pada intinya, Program Sosial Lintas Agama adalah program Bazaar dimana masyarakat bukan hanya terbantu secara sosial lewat adanya sembako murah, tapi juga mempererat terjalinnya kebersamaan dan kekeluargaan antar umat beragama.