Senin, 04 Februari 2019

Mengapa menolak untuk golput?

Golput, atau biasa disebut Golongan Putih, adalah istilah yang merujuk pada sekelompok orang yang memutuskan untuk tidak menentukan pilihan pada Pemilu baik itu Pilpres, Pilkada, maupun Pileg. Secara singkat bisa disebut dengan "memilih untuk tidak memilih". Keputusan ini dilatar belakangi kekecewaan terhadap para pejabat yang dulunya dipilih ternyata dinilai tidak sesuai atau bahkan jauh dari harapan.

Memang benar, golput adalah hak setiap warga negara. Memilih untuk tidak memilih adalah hak setiap individu. Tapi menurut saya, bagaimanapun juga kita tidak boleh golput. Kita harus melawan ataupun menolak untuk golput.



Mengapa menolak untuk golput?

Jawabnya sederhana teman-teman. Karena ketika kita menyerah, bisa dipastikan kita takkan pernah punya harapan lagi.

Apabila kita golput, artinya kita menyerah untuk mencari pemimpin terbaik yang dapat memimpin Negeri. Ketika kita menyerah, artinya hampir bisa dipastikan tidak akan pernah ada harapan sedikitpun agar Negeri ini bisa mendapatkan orang-orang terbaik. Ketika itu terjadi, maka secara otomatis peluang orang-orang jahat untuk dapat menjadi penguasa akan semakin besar.

Mengapa golput bisa memperbesar peluang orang jahat berkuasa?

Karena umumnya mereka lebih punya kekuatan daripada orang baik!

Contoh:

Ada dua PNS yang mengajukan diri sebagai caleg. Yang satu Caleg Jujur, yang satu lagi Caleg Korup.

Ketika bersaing memperebutkan suara dilapangan, Caleg Jujur berusaha menggunakan cara-cara jujur. Sayangnya, masyarakat tidak percaya lagi dan memilih untuk golput, karena dilatarbelakangi rasa kecewa atas kelakuan pejabat yang sebelumnya.

Berbeda dengan Caleg Jujur, Caleg Korup memperebutkan suara dengan cara yang tidak pantas, yaitu Bagi-bagi Uang/Money Politic. Masyarakat yang tadinya tidak mau memilih akhirnya mau memilih karena telah diiming-imingi uang.

Ketika di Hari Pemilihan, kira-kira siapa yang akan menang? Jawabnya adalah Caleg Korup!

Ketika Caleg Korup mendapatkan kekuasaan, apa yang akan terjadi selanjutnya? Sudah pasti dia dengan segala kekuasaannya akan mengeruk sebanyak-banyaknya kekayaan Negeri.

Maka bisa disimpulkan bahwasanya golput bukanlah solusi.

Karena itulah kemudian apabila ditanyakan "mengapa menolak golput?", maka jawabannya adalah karena golput tidak memberi solusi, tetapi justru akan memberi kesempatan bagi orang jahat untuk lebih leluasa mendapatkan kekuasaan.

Kekuatan orang jahat ada di uang, sedangkan kekuatan orang baik ada di pemilih yang cerdas. Apabila teman-teman selaku pemilih yang cerdas justru memilih untuk golput, justru orang baik akan kehilangan kekuatannya, dan artinya itu memperbesar kesempatan bagi orang jahat untuk dapat berkuasa.

Karenanya, saya sangat sarankan kepada teman-teman untuk jangan sampai golput. Gunakanlah hak pilih kita dengan sebaik mungkin. Kenali siapa yang akan kita pilih agar sekiranya kita bisa bijak menentukan putra-putri terbaik Bangsa yang siap membangun Negeri.

0 komentar:

Posting Komentar